LayarBerita, Lhokseumawe – Tiga dosen psikologi Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar pelatihan publik speaking kepada sejumlah siswa SMA Sukma Bangsa.  Kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para doesen di Universitas malikussaleh.  Program ini mendapat dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Unimal.

Kegiatan ini dilakukan oleh tiga dosen psikolog, yakni Widi Astuti, S.Psi., M.Psi., Dwi Iramadhani, S.Psi., M.Psi., dan Zurratul Muna, S.Psi., M.Psi. Serta dibantu oleh 5 mahasiswa psikologi Universitas Malikussaleh, yaitu Mutia Utari, Tri Widyaningsih, Jihan Asfani Lubis, Mandari Putri dan Siti Ghina.

Adapun tema pelatihan yang merupakan pengabdian  pada siswa-siswa SMA Sukma Bangsa, yakni “Kelas Online “How to Be Confident Public Speaker On Online Presentation” Bagi Generasi Z Sebagai Persiapan Menghadapi Kondisi New Normal Covid 19”.  Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protocol Covid-19.

“Diharapkan kegiatan ini memberikan manfaat bagi siswa SMA Sukma Bangsa mengenai public speaking. Hal ini diharapkan dapat digunakan untuk melaksanakan presentasi secara online maupun offline,” ujar Widi astuti, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Kemudian, sambung Widi, agar dapat meningkatkan kemampuan dan skill siswa-siswi SMA Sukma Bangsa terkait  public speaking, sehingga mereka lebih memiliki kepercayaan diri saat melakukan presentasi.

Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari Kepala SMA Sukma Bangsa,  Zubir, S.Si. Lantaran dirinya mengaku kegiatan tersebut sangat bagus untuk menumbuhkan kepercayaan diri siswa. Lantaran public speaking merupakan salah satu kebutuhan utama dalam pembelajaran di Abad 21.

“Kami mengapresiasi tim dari Unimal atas program pengabdian ini. Semoga kerjasama ini terus berlanjut secara konsisten ke depan,” ucap Zubir.

Salah seorang peserta menuturkan bahwa pelatihan ini telah memberikan banyak pengetahuan yang bermanfaat untuk mereka semua.  Dimana awalnya dirinya mengaku kurang percaya diri untuk berbicara di depan orang ramai. “Akhirnya Saya tersadar dan harus bangkit, harus bisa dan pasti bisa tampil di depan publik tanpa rasa gugup dan ketakutan,” terang seorang siswa ini. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *