LayarBerita, Aceh Utara –  Meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, pergerakan perekonomian dan kreatifitas masyarakat harus terus berjalan.  Tentunya dibutuhkan upaya yang kuat agar kita tidak pasrah dengan kondisi dan bergantung dengan bantuan pemerintah semata.

Peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat tentunya bukan hanya tugas pemerintah, tapi menjadi tanggung jawab bersama.  Termasuk pihak kampus juga harus hadir memberikan sejumlah pengetahuan yang diterapkan di lapangan untuk membantu masyarakat.

Mengingat inilah, Universitas Malikussaleh menerjunkan sejumlah tenaga pengajar (dosen) untuk melakukan pengabdian di tengah masyarakat. Tak terkecuali Dosen Fakultas Tehnik Universitas Malikussaleh yang ikut mendampingi dan mengajarkan sejumlah pengetahuan agar berdaya guna bagi warga.

Seperti halnya yang dilakukan 3 Dosen Fakultas Tehnik Unimal, yang membekali ilmu cara pengembangan produk unggulan berupa produk antiseptik hand sanitizer alami  berbahan baku minyak nilam, kepada puluhan warga di Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara.

Pelatihan dan pendampingan itu disampaikan langsung oleh Dosen Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh yang mengabdi di gampong tersebut. Yakni, Ir. Zainuddin Ginting, MT, Ir. Ishak, MT dan Ir. Syamsul Bahri.

Pada kegiatan itu, turut serta dihadiri oleh mahasiswa, juga anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan pemuda gampong setempat.

Ketua Pelaksana, Zainuddin Ginting mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produk unggulan desa, dengan cara melakukan pelatihan dan pendampingan home industry produk turunan dari minyak nilam.

“Pelatihan pembuatan produk antiseptic secara alami ini, sebagai upaya pencegahan Covid-19. Dengan mengandalkan bahan baku yakni minyak nilam,” katanya.

Sambungnya, untuk selanjutnya pihaknya akan melakukan pendampingan pembuatan produk home industri berupa minyak wangi, pewangi mobil dan fresh care, dengan cara kerjasama peningkatan produksi, promosi dan pemasaran agar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kita juga telah mengunjungi lokasi penyulingan minyak nilam milik desa kilometer empat,  kita akan memberi data hasil penelitian tentang hal yang dilakukan oleh dosen juga mahasiswa Teknik kimia unimal, agar minyak nilam yang dihasilkan yield nya lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Kilometer VIII, Mahyeddin Abu Bakar menyebutkan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas kegiatan pengabdian tersebut, karena gampong kilometer memiliki empat hektar tanaman nilam produktif dan empat hektar lagi siap tanam juga penghasilan minyak nilam terbaik nomor dua didunia.

“Karena minyak nilam yang saya produksi ini  mengandung Patchouli Alcohol lebih dari 30 persen. Kami saat ini sudah mempunyai tiga produk unggulan desa, dari turunan minyak nilam  berupa minyak wangi, pewangi mobil dan fresh care,” ungkapnya.

Kedepan, kata Mahyeddin, dengan pelatihan, pendampingan dan kerjasama dengan para dosen Unimal ini akan bertambah produk lainnya berupa hand sanitizer alami dan lilin aromaterapi berbahan baku minyak nilam.

“Kegiatan pengabdian ini jangan hanya dilakukan berupa pelatihan, akan tetapi terus dilakukan pendampingan produk-produk home industry turunan dari minyak nilam,” ungkapnya.

Kata Mahyeddin, meskipun pelatihan ini telah selesai, dirinya berharap kegiatan pendampingan dapat dilakukan  berupa  optimalisasi alat penyulingan yang ada, membuat sistem promosi dan pemasaran produk agar dikenal masyarakat luas serta terus melakukan diskusi dan komunikasi.

“Sehingga kedepan bisa mengasilkan produk turunan dari minyak nilam lebih banyak lagi yang menjadi produk unggulan dan memiliki ciri khas desa kilometer VIII,” cetusnya.

Dekan Fakultas Teknik Unimal  Dr. Muhammad, ST., MSc berharap lebih banyak lagi pengabdian pada masyarakat dari hasil-hasil penelitian mahasiswa, dan dosen terutama berkaitan dengan pengembangan produk berbahan baku dari potensi lokal yang ada didesa-desa agar desa lebih produktif.

“Semoga dengan ini dapat meningkatkan pendapatan desa dan mensejahterakan masyarakat,” imbuhnya. [red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *