Layarberita.com – Peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni, seyogyanya menjadi momentum yang tepat bagi seluruh rakyat Indonesia, untuk meneguhkan tekad kebangsaan, dan menjadikan Pancasila sebagai dasar pijakan berbangsa yang kokoh.
Sehingga peringatan ini secara khusus memberikan kesadaran bahwa Pancasila merupakan pemersatu bangsa Indonesia. Sebagai negara yang besar, Indonesia memiliki kemajemukan, maka kemjemukan ini ibarat pisau bermata dua.
Di satu sisi kekayaan budaya menjadi modal kekayaan karena bisa menjadi sumber inspirasi berbagai sendi kehidupan bernegara. Namun, pada sisi lain, kemajemukan berpotensi menjadi sumber konflik sosial yang dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi jika kemajemukan tersebut tidak disikapi dan dikelola secara baik.
Pancasila dianggap sebagai sublimasi dari pandangan hidup dan nilai-nilai budaya yang mampu menyatukan bangsa Indonesia dengan keberagaman suku, ras, bahasa, dan agama. Maka, keberadaan Pancasila dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral maupun sosio-kultural.
Moral dalam arti tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama yang berlaku di Indonesia, sosio-kultural berarti mencerminankan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Pancasila merupakan kristalisasi inti peradaban nusantara dan rumusan filosofis-ideologis yang bertolak dari kesadaran sejarah dan cara pandang bangsa Indonesia dalam menghadapi masa depannya.
Mengingat pentingnya bangsa Indonesia memiliki sebuah filosofi dasar yang memuat pandangan tentang dunia dan kehidupan, maka Pancasila lahir dari sebuah perjanjian luhur bangsa Indonesia. Karena itu, Pancasila tidak hanya menjadi dasar dan tujuan berbangsa dan bernegara, lebih dari pada itu Pancasila menjadi the way of life bagi bangsa Indonesia.
Makna dari Pancasila sebagai dasar Negara mestinya diwujudkan setiap warga Negara Indonesia untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga nantinya setiap warga Negara Indonesia memiliki rasa saling memiliki dan menghormati antara  satu dengan yang lain dalam satu kesatuan yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, NKRI.
Penting bagi bangsa Indonesia untuk senantiasa menyegarkan ingatan, mempertajam cara pandang, serta membangun jati diri dan watak sebagai bangsa yang Pancasilais.  Menjadikan Pancasila sebagai nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari dan asas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Soekarno, dasar negara dan ideologi nasional tersebut merupakan suatu hal yang abadi yang harus tetap dipertahankan selama berdirinya negara. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dasar negara dan ideologi nasional sebagai landasan berdiri tegaknya sebuah negara. Karena itu, perumusan dasar negara Indonesia dilakukan melalui penggalian yang mendalam terhadap pandangan hidup dan falsafah hidup bangsa Indonesia.
Pandangan dan falsafah hidup tersebut  mencerminankan nilai-nilai peradaban, kebudayaan, dan keluhuran budi yang mengakar dan teranyam dalam kehidupan bangsa Indonesia. Hal itu pulalah yang kemudian menjadi landasan dari lahirnya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.
Tantangan Pancasila

Pages 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *