LayarBerita, Siak – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau mengharapkan masyarakat untuk proaktif melakukan pengawasan terhadap peredaran kayu ilegal. Bahkan diminta agar warga tidak enggan melaporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui ada dugaan penggunaan kayu ilegal. Pernyataan ini terkait dengan adanya dugaan penggunaan kayu ilegal terhadap pembangunan kilang padi PT SS di Kampung Temusai, Bungaraya, Siak.

“Masyarakat harus ikut aktif untuk mengawasi dan melaporkan kepada pihak berwajib setempat, jika ada dugaan penggunaan illegal logging. Sebab kalau dibiarkan saja, tentu akan mengancam kelestarian alam termasuk mengganggu habitat Suaka Margasatwa Giem Siak Kecil,” ujar Kepala BBKSDA Provinsi Riau Haryono melalui Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro, kemarin lalu.

Terkait aktifitas kayu ilegal saat ini, dirinya mengaku tidak mengetahui persis dari mana asalnya. Sebab selama ini selama 3 bulan terus menerus digelar operasi di kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil.

“Operasi terus menerus dilakukan hingga saat ini. Sejauh ini belum ada kayu yang keluar dari Giam Siak Kecil. Bahkan kita sudah musnahkan pondok-pondok pembalak, chainsaw, sepeda kargo dan jalan kargo,” jelas Heru Sutmantoro.

Lanjutnya, hasil pengecekan terakhir 5 hari yang lalu, akses menuju paket D, sudah steril dari kegiatan Illegal logging, dan kemungkinan besar, kayu yang keluar sekarang dari areal lindung perusahaan hutan yang ada di Siak Kecil.  BIsa juga dari areal lindung Perusahaan Hutan Tanaman Industri.

“Kemungkinan bisa saja itu kayu-kayu lama yang masih tersimpan dan dikelola oleh mereka. Untuk itu, sekali lagi kita berharap kepada masyarakat untuk aktif dan menjaga hutan lindung kita. Bila ada oknum aparat yang bermain, bisa dilaporkan ke pihak atau instansi yang lebih tinggi,” katanya. [Sugianto]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *