Aceh Utara - Politik - 2 minggu lalu

Respon Aduan Masyarakat, Komisi II DPRK Aceh Utara Sambangi PT RPPI

LayarBerita, Lhokseumawe –  Komisi II DPRK Aceh Utara meyambangi kantor PT Rencong Pulp and Paper Industry (RPPI) yang berlokasi di Lhokseumawe, Selasa (30/6/2020).  Kedatangan para wakil rakyat ini untuk menindak lanjuti informasi masyarakat selama ini terkait operasional PT RPPI.

Adapun rombongan yang hadir, Wakil ketua DPRK Aceh Utara, Mulyadi CH, Ketua Komisi II, Ismed Nur AJ Hasan, Sofyan Hanafiah, Muhammad Wali, Muhammad Yusuf dan Syarifuddin.  Rombongan diterima langsung oleh Manager Operasional PT RPPI, Fondes Formanto Manurung beserta sejumlah staf lainnya.

Menurut Ketua Komisi II DPRK Aceh Utara, Ismed Nur AJ Hasan, kedatangan pihaknya tidak lain untuk mendapatkan informasi dari pihak PT RPPI yang yang berinvestasi pada sektor Hutan Tanaman Industri (HTI).  Hal ini tidak lain untuk menindak lanjuti sejumlah laporan dan masukan dari masyarakat.

“Kehadiran Kami kemarin untuk meminta penjelasan dari pihak perusahaan, yang selama ini sudah menjalankan aktifitasnya di Aceh Utara.  Kami ingin mendengar langsung, sehingga informasi yang kami terima bisa jelas adanya,” ujar Ismed.

Selain kejelasan operasional, dewan juga meminta penjelasan terkait proses izin dan juga menyangkut informasi miring lainnya yang beredar di masyarakat.  Seperti perusakan lingkungan, mengusai tanah ulayat serta hal lainnya.  Termasuk manfaat serta kendala yang selama ini dirasakan oleh pihak perusahaan.

“Kita sangat mendukung tumbuhnya investasi di daerah.  Sebab dengan investasi akan terbuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat. Tetapi kami tidak menginginkan jika hadirnya investasi malah merugikan daerah.  Seperti merusak lingkungan yang berdampak pada terganggunya ekosistem dan ancaman bencana bagi daerah,” tegas Ismed.

Menanggapi hal ini, Manager Operasional PT RPPI, Fondes Formanto Manurung menjelaskan, PT Rencong Pulp and Paper Industry (RPPI) adalah perusahaan berbentuk penanaman modal asing (PMA) yang berinvestasi pada sektor Hutan Tanaman Industri (HTI), yang diberikan izin oleh Pemerintah Aceh dengan Nomor 522.51/569/2011 tahun 2011 dan dilakukan revisi pada tahun 2012.

Untuk luas lahan, sesuai Izin Pembukaan Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri (IUPHKK-HTI) pihaknya diberikan seluas 10.384 hektar.  Area tersebut meliputi 5 kecataman dalam Kabupaten Aceh Utara, yakni Geureudong Pase, Meurah Mulia, Sawang, Paya Bakong dan Nisam Antara.

PT RPPI, sambung Fondes, diberikan kesempatan mengelola lahan tersebut untuk ditanami pohon sengon dan jabon. Sementara izin pengelolaan lahan yang diberikan selama kepada pihaknya 60 tahun. Dirinya juga mengaku kalau lahan yang dikelola pihaknya masih pohon dan kayu.  Dimana merupakan sisa dari pemilik HPH sebelumnya, yang saat ditinggal dulu pohonnya masih kecil dan kini sudah tumbuh besar.

Menurut Fondes, ada kekeliruan pemahaman atau informasi yang terjadi di tengah masyarakat selama ini.  PT RPPI seolah adalah perusahaan HPH perambah hutan, padahal PT RPPI bisnis intinya adalah mendirikan pabrik plywood. Untuk itulah diperlukan menyiapkan bahan baku di areal izin yang diberikan, yakni menanam sengon dan jabon.

Sejauh ini Fondes mengaku masih terus melakukan kegiatan bersiapkan sosial sekaligus terus mempersiapkan lahan dan pembangunan pabrik plywood.  Termasuk memberikan tanaman kehiduan bagi masyarakat yang itu memang sudah diatur dalam undang-undang.

“Jadi dalam HTI ada tanaman kehidupan.  Masyarakat meminta tanaman kopi, dan sudah kita sediakan bibit serta lahannya. Termasuk kita melakukan pendampingan penanamannya,” terangnya.

Setelah menjelaskan sejumlah hal, Manager Operasional PT RPPI ini menyatakan siap membawa para anggota dewan untuk turun kelokasi areal kebun.  “Intinya kita komit untuk membantu masyarakat untuk menyediakan tanaman kehidupan.  Termasuk komit untuk menjaga lingkungan tidak rusak.  Target kita sebenarnya tahun ini pabrik harus sudah berdiri.  Tapi masih ada beberapa hal lagi yang masih dalam pengurusan, sehingga pembangunan sedikit bergeser,” terangnya. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *