News - 30 Mei, 2020

Wartawan Korban Pembakaran Rumah Minta Kapolda Bentuk Tim Khusus

LayarBerita, Banda Aceh –  Tragedi kekerasan terhadap wartawan yang rumahnya dibakar di Aceh Tenggara pada 30 Juli 2019 lalu belum juga terungkap. Padahal kejadian yang jelas-jelas ingin menghabiskan nyawa wartawan sekeluarga itu sudah berlalu sekitar 11 bulan lalu.  Tetapi kasus pembakaran rumah wartawan Serambi di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara belum ada titik terang.

Akibat kejadian tersebut, seluruh isi rumah serta satu unit mobil milik korban habis terbakar.  Parahnya lagi, kejadian ini membuat trauma bagi keluarga Asnawi.  Sehingga dirinya terpaksa pindah sementara ke daerah lain paska kejadian.

Belum terungkapnya kasus tersebut, membuat korban meminta Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada M Fhill segera membentuk tim khusus, guna mengusut tuntas pembakaran rumah miliknya di Aceh Tenggara.

Setelah peristiwa tersebut, Asnawi mengaku kalau dirinya sebagai saksi korban telah diperiksa, rumah dan mobil dibakar sebagai alat bukti serta hasil labfor Mabes Polri Cabang Medan. Tetapi, kasus yang menimpa dirinya hingga kini belum terlihat ada kemajuan untuk ditingkatkan ke penyidikan.

“Sehingga kasus ini tak tertuntaskan. Ini artinya kasus mangkrak dan tidak ada keseriusan untuk menuntaskan kasus tersebut, padahal alat yang dimiliki Polri sangat canggih.  Saya meminta Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada M Fhill segera membentuk tim gabungan, guna mengusut tuntas kasus ini.  Agar peristiwa ini nantinya tidak lagi terulang kepada orang lain,” terang Asnawi.

Sambungny, dalam BAP oleh kepolisian, pihaknya sudah menjelaskan secara detail adanya pria ramput cepak naik sepeda motor berplat militer itu datang ke rumahnya di Lawe Loning 3 hari sebelum kejadian.

Bahkan sebelum pria tak dikenal itu datang, dia juga berkomunikasi dengan temannya di Desa Lawe Loning Aman untuk menanyakan keberadaan rumah wartawan harian Serambi indonesia di Aceh Tenggara. Tetapi, keduanya belum diperiksa sebagai saksi. Selain itu juga, Asnawi berharap agar Polda Aceh menyurati PT Telkomsel untuk membuka sms dan percakapan di handphone sebelum dan sesudah kejadian pembakaran rumahnya.

Menurut Korban, pihaknya juga sudah berulangkali menanyakan perkembangan kasus, dimana yang menjadi kendala, sehingga kasus ini mengendap di Polres Aceh Tenggara.  Tetapi menurut korban, dirinya tidak pernah mendapatkan penjelasan terkait perkembangan kasus tersebut.

Karena tidak ada kepastian hukum, sambung Asnawi, pihaknya juga telah mendatangi Propam Polda Aceh melaporkan kasus yang  tersebut.  Dan, beberapa hari yang lalu, dirinya juga telah ditelpon pihak Propam Polda Aceh bahwa kasus pembakaran rumah wartawan harian Serambi indonesia di Aceh Tenggara telah dilimpahkan Polres Aceh Tenggara ke Polda Aceh.

“Namun, surat yang dilayangkan pihak Polres Aceh Tenggara itu belum dibalas,” ujar Asnawi mengulangi penjelasan personil di Propam Polda Aceh tersebut.

Melihat inilah, Asnawi berharap agar Polda Aceh menuntaskan kasus pembakaran rumahnya, serta meminta Komisi III DPR, agar melakukan RDP terhadap mangkraknya kasus pembakaran rumah dirinya yang berstatus wartawan harian Serambi Indonesia di Agara. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *