News - Politik - 30 Mei, 2020

Ada Aroma Uang pada Paripurna LKPJ DPRK Aceh Utara atau Penetapan Wakil Ketua?

LayarBerita, Aceh Utara –  Aksi bagi-bagi amplop yang diduga berisikan uang, kabarnya terjadi usai rapat paripurna DPRK Aceh Utara, Kamis (28/5/2020) sore.  Sejumlah anggota DPRK Aceh Utara ditemui oleh seorang staf yang berstatus PNS di sekretariat dewan dengan memberikan ‘amplop titipan’.

Sekedar diketahui, pada Kamis tersebut, DPRK Aceh Utara menggelar dua rapat paripurna yang dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Utara serta unsur Forkopimda dan juga sejumlah pejabat di Kabupaten Aceh Utara, yakni Rapat Paripura ke-3 masa persidangan I DPRK Aceh Utara tahun 2020, dengan acara penyampaian rekomendasi DPRK Aceh Utara terhadap LKPJ Bupati Aceh Utara tahun anggaran 2019 serta Rapat Paripurna DPRK Aceh Utara dengan acara Penetapan Wakil Ketua II DPRK Aceh Utara periode Tahun 2019- 2024.

Usai pelaksaan kedua Rapat Paripurna tersebut, seorang staf menemui sejumlah anggota dewan yang hadir rapat dan menyerahkan amplop yang berisi uang.  Namun informasinya ada juga dewan yang tidak menerima uang tersebut.  Sejauh ini belum jelas, apakah uang tersebut diberikan untuk anggota dewan yang menghadiri LKPJ atau diperuntukkan bagi anggota dewan yang hadir pada penetapan wakil ketua II DPRK Aceh Utara.

Adanya bagi-bagi uang tersebut dibenarkan oleh seorang anggota DPRK Aceh Utara dari salah satu Partai Politik Nasional. Dirinya mengaku awalnya tidak mengetahuinya, namun tiba-tiba seorang staf datang dan memberikannya.

“Saya didatangi staf sekretariat, lalu diberikan amplop.  Saya tanya apa ini, staf tadi bilang untuk yang menghadiri sidang,” ujarnya seraya meminta tidak menuliskan namanya.

Adanya bagi-bagi ‘sedikit uang’ ini juga dibenarkan oleh salah seorang anggota DPRK Aceh Utara.  Menurutnya uang itu diberikan oleh seorang staf kepada sejumlah anggota DPRK yang hadir.  Dirinya mengira kalau uang yang diberikan tersebut merupakan dana mengikuti rapat paripurna.  Sebab dana itu memang ada dianggarkan bagi dewan yang hadir mengikuti paripurna istimewa.

Terkait adanya berita bagi-bagi amplop ini, Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat membantah hal ini.  “Tidak ada itu bang,” ujarnya melalui pesan WhatApps menjawab pertanyaan wartawan layarberita.com.

Namun ketika ditanya apakah ada aturan bupati untuk dianggarkan dana bagi setiap sidang paripurna? Ketua DPRK Aceh Utara mengatakan memang ada, tapi itu hanya untuk setiap sidang paripurna istimewa.

Menyangkut hal ini, keterangan dari Sekretaris DPRK Aceh Utara, Nyak Tiari belum didapat.  Lantaran sekeretaris dewan tidak menjawab pesan yang dikirim, termasuk tidak menerima panggilan dari layarberita.com.

Adanya pembagian uang ini tentunya patut dicurigai, sebab pelapor gabungan Pansus LKPJ Bupati Aceh Utara, datang terlambat hingga sidang telah dimulai.  Bahkan saat dipanggil, peserta rapat harus menunggu sekitar 15 menit.  Padahal rapat paripurna yang dilakukan sebelumnya telah molor jadwalnya selama 1 jam dari jadwal yang ditetapkan.

Selentingan lain merebak, jika uang yang diberikan kepada anggota dewan itu untuk dewan yang menghadiri paripurna penetapan Mulyadi CH sebagai Wakil Ketua II DPRK Aceh Utara.  Sebab sebelumnya paripurna penetapan Mulyadi CH sudah digelar 2 kali, pertama tidak mencukupi kourom dan kedua sudah disetujui, tapi terbentur dengan proses administarsi. Sehingga Kamis kemarin kembali digelar rapat paripurna penetapan terhadap dirinya.

Terkait adanya isu bagi-bagi uang ini, Mulyadi CH yang ditanya hal tersebut membantahnya.  Dirinya mengaku tidak ada membagi bagikan uang tersebut.  Jika memang kehadiran anggota dewan itu memang sudah sejak awal paripurna.  Selain itu proses administrasi dirinya telah lengkap dan disetujui oleh kepengurusan partainya.

“Tidak ada kita lakukan itu bang. Malah paripurna tadikan sejak awal sudah cukup kourum,” jawabnya via telepon selular. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *