LayarBerita, Bandung Penyidik Polda Jabar kini sedang menangani maraknya laporan mengenai kasus pidana penipuan dengan modus investasi bodong menggunakan aplikasi Alimama.  Sejauh ini perkara tersebut tengah ditangani oleh dua Polres di jajaran Polda Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Erdi A.Chaniago, menjelaskan bahwa Jawa Barat sudah ada dua laporan soal kasus tersebut. Saat ini sedang ditangani di Polres Bogor dan Polres Bogor Kota.

“‎Ada dua aplikasi yang dilaporkan, diduga melakukan penipuan yakni Dglion dan Alimama. Korban rata-rata mereka merasa tertipu terkait ada bujukan untuk masuk ke dalam investasi fiktif tersebut,” ujar Kabidhumas di Mapolda Jabar, Selasa (29/9/2020).

Lanjutnya, seperti diketahui dalam laporan warga yang merasa tertipu, mereka dibujuk untuk masuk ke aplikasi itu kemudian nanti mendapat komisi.

“Faktanya sudah ada anggota masyarakat yang sudah masuk. Ada yang investasi Rp 4 juta hingga Rp 10 juta. Ketika mau buka aplikasi itu sudah tidak bisa lagi,” ucap Kombes Pol. Erdi.

Saat ini di dua Polres sudah ada 5 laporan dan tidak menutup kemungkinan ada pelaporan baru.

“Oleh karena itu, Kami mengimbau jika ada masyarakat selain dari Kota Bogor atau di daerah lain di daerah Jabar, untuk segera melapor ke polres setempat dulu. Lantaran kalau melapor ke Polda karena jarak tempuhnya jauh,” terang Kabidhumas.

Dari hasil laporan yang diterima, warga yang melapor sudah mengeluarkan uang hingg Rp 10 juta. Namun, komisi yang dijanjikan tidak ada.

“Itu dari pihak korban, karena ada virtual accountnya jadi si korban tersebut memasukan uangnya berinvestasi di virtual accountnya atau di rekening pribadi yang bagian dari pemilik aplikasi tersebut, sehingga saat dibuka lagi tidak bisa dilakukan,” pungkasnya.

Sejauh ini Satgas Waspada Investasi menemukan 32 entitas investasi dan 50 perusahaan gadai tanpa izin, salah satunya adalah Alimama. [tribrata]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *