LayarBerita, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan jurnalis adalah salah satu garda terdepan dalam penanganan krisis pandemi Covid-19.

Risiko yang ditanggungnya tak kalah dengan garda terdepan lainnya seperti tenaga kesehatan. Sama-sama harus berada di lapangan untuk mendapatkan berita, namun pada saat yang sama harus ketat menerapkan protokol kesehatan.

Melalui Anugerah Jurnalistik Kominfo Tahun 2020, ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dedikasi jurnalis di Tanah Air selama meliput pemberitaan seputar pandemi Covid-19 berikut tantangan besar yang dihadapinya di lapangan.

“Apresiasi yang sedalam-dalamnya saya sampaikan bagi seluruh partisipan, yang telah berjuang untuk narasi besar kebangkitan melawan virus Covid-19. Selamat kepada para pemenang AJK 2020 yang tentu memiliki keunggulan tersendiri dalam menyampaikan narasi di tengah hiruk-pikuk pemberitaan tantang pandemi yang menguasai jagad informasi kita,” tutur Menteri Kominfo dari Jakarta, Senin (28/9/2020).

Menurut Menteri Johnny, AJK tahun 2020 sungguh sangat bermakna karena untuk membangun narasi liputan akan menghadapi tantangan dan risiko yang besar, yaitu virus itu sendiri, “Oleh sebab itu Kominfo, dengan rendah hati dan dengan segenap kekurangan, mendedikasikan tema besar Anugerah Jurnalistik Kominfo ini untuk peliputan dan pemberitaan tentang Covid-19,” ujarnya.

Patuh Protokol Kesehatan

Menyadari pentingnya tugas media dalam masa krisis akibat pandemi ini membuat lembaga-lembaga dunia seperti UNESCO dan juga asisosiasi jurnalis di dunia maupun di Tanah Air, merekomendasikan protokol-protokol khusus peliputan pandemi. Sejauh ini, Menteri Kominfo  melihat awak media sudah menjadi yang terdepan dalam mengikuti protokol tersebut. Namun demikian, keganasan virus tak luput juga merenggut jiwa beberapa rekan jurnalis.

“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya untuk mereka. Sekaligus saya sampaikan rasa prihatin dan doa agar diberi kesembuhan oleh Yang Mahakuasa bagi teman-teman yang saat ini sedang mendapatkan penanganan karena positif terserang Covid-19,” pintanya.

Disamping itu, Menteri Johnny merasa bersyukur dan berterima kasih karena dalam suasana peliputan yang mirip situasi perang ini, para jurnalis tetap dapat mengetengahkan informasi yang mendorong kewaspadaan dan kesadaran masyarakat dengan pesan agar tetap ketat memperhatikan protokol kesehatan. Menteri Kominfo meminta para jurnalis agar tidak patah semangat dalam melaksanakan tugasnya.

“Saya memohon agar rekan-rekan jurnalis tak kendor dan pantang menyerah dalam menggedor pintu-pintu hati masyarakat agar terus sadar dan bekerja sama dalam penanggulangan ini,” ujarnya.

Kerja jurnalistik pun juga memberi contoh dan inspirasi bagi bangsa ini agar bisa tetap mempertahankan produktivitasnya dalam tekanan keterbatasan. Dalam situasi ini, menurut Menteri Johnny, produktivitas harus tetap diberi api dan diasah agar kelak di masa pasca-pandemi, Indonesia telah siap menyambut pulihnya aktivitas tanpa kehilangan sentuhan keterampilan dan pengetahuan.

“Sekali lagi saya sampaikan bahwa jalur literasi dan edukasi merupakan jalan yang tak kalah strategisnya dalam penanganan pandemi ini. Membuat masyarakat melek dan taat pada protokol kesehatan sama tantangan dan kemuliaannya dibanding dengan membuat vaksin atau antivirus lainnya, infodemi atau informasi pandemi palsu yang disebarkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab banyak diamini oleh sebagian masyarakat kita. Ini yang membuat peran teman-teman jurnalis sangat strategis,” ujarnya.

Tema AJK 2020

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, penyelengaraan AJK tahun 2020 mengangkat tema “Bangkit dari Pandemi Covid-19, Menuju Masyarakat Produktif”. Adapun kategori lomba antara lain mencakup liputan media cetak, media online, liputan TV, liputan radio dan foto jurnalistik.

“Karya jurnalistik yang diikutsertakan adalah karya yang memiliki informasi yang bermanfaat, proporsional, mengedukasi publik dan harus memiliki keakuratan data dan memenuhi unsur-unsur jurnalistik,” jelasnya.

Peserta lomba, lanjut Plt Kabiro Humas mengirim jenis karya berupa hard news, soft news atau features, liputan investigasi, indepth reporting, opini dan jenis karya jurnalistik lain. Total hadiah untuk semua kategori lomba dalam AJK 2020 sebesar Rp175 juta. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *