LayarBerita, Lhokseumawe –  Pemulasaran jenazah pasien terkonfirmasi Covid-19, di Kota Lhokseumawe dilakukan pihak keluarga.  Hal ini lantaran jenazah yang diantar oleh pihak petugas medis dari Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia (RSUDCM), Rabu (29/7/2020), tidak ada petugas yang melakukan penguburan.

Jenazah informasinya hanya diantar oleh seorang sopir ambulans yang kemudian kembali ke RSUD Cut Mutia.  Sehingga jenazah yang diantar tidak ada yang menguburkan hingga beberapa saat, lantaran tidak ada petugas.  Seteloah lama menunggu, akhirnya pihak keluarga dibantu warga lainnya mencari Alat Pelindung Diri (APD) untuk melakukan pemulasaran jenazah.

“Jenazah agak lama tidak ada yang kuburin, karena tidak ada petugas dengan APD.  setelah telpon sana sini, akhirnya APD tiba, baru dilakukan penguburan oleh keluarga dan dibantu pihak lainnya,” ujar seorang warga melalui telepon.

Terkait hal ini, Juri Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, marzuki mengaku memang benar ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia.  Menyangkut proses fardhu kifayah, menurutnya telah dilakukan sesuai protokol Covid-19. Hal ini pun diketahui dari pihak RSUD Cut Mutia yang mengkonfirmasi pihaknya.

“Kita dapat informasi dari pihak RSUD Cut Mutia, kalau jenazah telah dilakukan sesuai protokol Covid-19,” ujar Marzuki.

Ditanya kenapa tidak ada petugas yang melakukan pemulasaran? Marzuki mengaku tidak mengetahui proses tersebut, sebab dirinya tadi tidak berada dilokasi.

“Info saya terima telah dilakukan sesuai protokol kesehatan Covid-19.  Menyangkut pemulasaran, coba hubungi pihak RSUD Cut Mutia atau Kadiskes Lhokseumawe biar lebih jelas,” ucap Marzuki via telepon selular.

Terkait hal ini, Humas RSUD Cut Mutia, Jalaluddin, membenarkan ada pasien Covid-19 berinisial AG (71) warga Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, meninggal dunia sekira pukul 12.00 Wib. Sebelumnya almarhum telah menjalani perawatan di RSUD Cut Mutia selama 21 hari lantaran terkonfirmasi positif Covid-19 dan penyakit lainnya.

Sambungnya, pasien Covid-19 tersebut meninggal dunia dalam perawatan.  Selama ini, pihak rumah sakit melakukan upaya telah maksimal bahkan menurunkan sejumlah dokter spesialis.

“Iya benar, seorang pasien Covid-19 meninggal dunia tadi.  Pihak RSUDCM telah melakukan prosesi fardhu kifayah sesuai protokol Covid-19. Kita juga telah menyerahkan jenazah kepada pihak Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kota Lhokseumawe yang disaksikan pihak keluarga,” ujar Jalal melalui telepon selular.

Ketika ditanya menyangkut pemulasaran jenazah yang dilakukan bukan oleh petugas, tapi oleh keluarga almarhum? Jalaluddin mengatakan kalau pihaknya telah melakukajn semua proses fardhu kifayah sesuai standar dan protokol Covid-19.  Menyangkut pemulasaran jenazah, itu bukan lagi tanggung jawab pihak rumah  sakit.

“Tanggung jawab pihak rumah sakit hingga jenazah dinaikkan ke ambulans.  Menyangkut pemulasaran itu tentunya tanggung jawab gugus tugas, apalagi kita telah menyerahkan jenazah kepada gugus tugas penanganan covid-19 Kota Lhokseumawe,” terang jalal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, dr Said Alam yang dihubungi juga membenarkan ada pasien Covid-19 yang meninggal.  Menurutnya ini merupakan pasien yang meninggal pertama di RSUD Cut Mutia dan yang pertama dilakukan pemulasaran di Kota Lhokseumawe.

“Kita apresiasi pihak RSUD Cut Mutia yang telah melakukan prosesi Fardhu Kifayah dengan baik sesuai protokol Covid-19.  Selain itu juga kita apresiasi kepada masyarakat lingkungan yang mau menerima penguburan jenazah.  Kita berharap ke depan juga demikian adanya,” ungkap Said.

Ditanya terkait pemulasarn dilakukan oleh pihak keluarga? Dr Said menjelaskan kalau sebelumnya pihaknya telah menyiapkan prosesi pemulasaran dengan baik.  Termasuk menyiapkan APD kepada petugas yang akan melakukan pengguburan jenazah.

“Sejak ada kabar meninggal, kita sudah menyiapkan segalanya, termasuk petugas lengkap dengan APD.  Mungkin agak terlambat, padahal dilokasi sudah ada petugas dari Puskesmas dan pihak keamanan. Ini kasus pertama, ke depan akan kita perbaiki jika ada kejadian serupa.  Tapi kita berdoa agar semua kita terhindar dari virus corona ini, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” papar Said. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *