Nusantara - Regional - 3 hari lalu

YPI Gelar Workshop Pemulihan Mata Pencaharian dan Peningkatan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana

LayarBerita, Sigi – Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) bersama dengan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Sigi, menggelar workshop Pembelajaran Program Pemulihan Mata Pencaharian dan Peningkatan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana Bagi Masyarakat.

Kegiatan yang digelar di Gedung pertemuan Café Dekalbu, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin  (29/6/2022), dihadiri dkalangan NGO, jurnalis, perwakilan kelompok tani, PRB dan Instansi pemerintah terkait.

Kepala BP3D Kabupaten Sigi, Drs. Sutopo Sapto Condro, MT dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan YPI dalam memberikan dukungan kepada masyarakat berupa peningkatan ekonomi dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.

“Dukungan mata pencaharian kepada masyarakat, pengembangan BUM-Des merupakan upaya nyata dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pasca bencana dan peningkatan kapasitas kebencanaan di masyarakat, hal ini sejalan dengan program dari Pemerintah Kabupaten Sigi,” ungkap Sutopo.

Sutopo berharap program-program yang dijalankan YPI tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat berkelanjutan di empat desa, atau bahkan di desa-desa lainnya yang berada di Kabupaten Sigi.

Sementara Koordinator Program YPI, Kristina  menambahkan, tujuan besar dari program ini adalah untuk memulihkan sumber mata pencaharian dari 375 petani terdampak bencana dan meningkatkan  kapasitas masyarakat dalam  mengurangi serta mengatasi dampak bencana di empat desa, yakni Desa Jono, Sambo, Wisolo dan Baluase di Kecamatan Dolo Selatan.

Menurut Tina sapaan akrabnya, program yang dijalankan atas kerja sama Caritas Swiss tersebut telah  memfasilitasi terbentuknya 28 kelompok tani berbasis komonitas padi, jagung, coklat dan ternak. Sebanyak 535 keluarga telah mendapat insentif dari kegiatan padat karya untuk membersihkan lahan rusak, saluran irigasi dan jalan produksi. 369  petani telah  memiliki  pengetahuan dasar budidaya komoditas.

YPI juga memberikan bantuan hibah tunai sebesar Rp1.765.500.000 yang diberikan kepada 535 keluarga dengan jumlah Rp3.300.000 per keluarga, dimana dana bantuan tunai tersebut telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan produksi sesuai dengan komoditas masing-masing kelompok, jelas Tina

Terkait upaya mengurangi dan mengatasi dampak bencana, YPI juga telah menginisiasi pembentukan kelompok Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di masing-masing desa dengan memberi dukungan berupa  alat sistem peringatan dini  berbasis masyarakat berupa Peralatan HT, Toa, senter, rompi, tali, jas hujan dan berbagai pelatihan-pelatihan untuk penguatan kapasitas kebencanaan di masyarakat, sehingga ketika terjadi bencana masyarakat telah paham apa yang harus dilakukan.

Selain itu, YPI juga memberikan dukungan alat komunikasi dan kordinasi kebencanaan berupa  stasiun Radio pancar ulang yang mengakomodir 12 Desa di Kec Dolo Selatan dan pemasangan rambu evakuasi, titik kumpul dan  pembagian tas  siaga bencana kepada 1.657 keluarga di empat desa.

“Kami sangat berharap kepada masyarakat yang telah didampingi dapat meneruskan dalam  miningkatkan upaya-upaya nyata yang telah dilakukan oleh YPI dan Caritas Swiss, sehingga program ini tidak berhenti sampai disini,” ungkap Tina. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *