LayarBerita, Lhokseumawe – Puluhan mahasiswa perwakilan dari sejumlah kampus menggelar aksi seruan pembebasan terhadap Arwan Syahputra.  Dimana Ahwan ditangkap oleh Polres Batubara dampak dari aksi aksi demonstrasi tolak UU omnibuslaw law ” Cipta kerja ” di Kantor DPRD batubara, Sumatra Utara, pada tanggal 12 Oktober 2020 lalu.

Penangkapan Arwan mengingat dirinya sebagai Koordinator Lapangan yang ikut dalam aksi demo tersebut.  Namun yang diikuti oleh elemen masyarakat, buruh, mahasiswa, dan pelajar, sebelumnya aksi berjalan damai, setelah kemudian ada provokator yang kemudian melempar batu ke arah gedung DPRD batubara, sehingga mengenai kepala Kasat Sabhara Polres Batubara, setelah itu terjadi Cheos yang membuat para demonstran juga ikut terluka.

Setelah selesai aksi sekitar 42 Orang para Demonstran di amankan ke polres batubara, dan sampai saat ini dari jumlah tersebut sudah 11 orang yang di jadikan Sebagai Tersangka Atas aksi yang berujung Cheos tersebut.

“Korlap aksi Arwan Syahputra yang juga merupakan Mahasiswa Hukum Tatanegara angkatan 2017 Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, yang juga merupakan Ketua HMI Komisariat Hukum Unimal terpilih Cabang Lhokseumawe – Aceh Utara juga di cari oleh Yurisdiksi Polres Batubara,” ujar Muhammad Fadli dalam aksi di Lhokseumawe, Rabu (28/10/2020).

Arwan dijemput sekitar pukul 14.38 Wib tanggal 20 Oktober 2020 di Mensa upi Lhokseumawe, Aceh, ketika sedang melanjutkan aktivitas perkuliahannya.

“Informasi terkini yang kami himpun, Arwan sudah diamankan ke Polres Batubara menjalani pemeriksaan, terkait status hukumnya saat ini tersangka,” ucap Fadli.

Mengingat inilah, sejumlah mahasiswa bergerak untuk meminta agar Arwan dapat dibebasan. Adapun petisi yang dikeluaran oleh perwakilan mahasiswa yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Pembebasan Arwan (Gempar) adalah, menuntut : memberikan penangguhan penahanan terhadap arwan Syahputra, meminta Kapolres Batu Bara untuk mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) untuk arwan Syahputra, memberikan pengalihan penahanan ke Unimal agar Arwan dibina di kampus, meminta kepada Kapolri untuk membebaskan semua tahanan aktivis demokrasi Indonesia serta mendesak Presiden mengeluarkan Perppu untuk mencabut Omnibus Law. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *