LayarBerita.com – Penyebab keguguran bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, sering kali menentukan penyebab pasti adalah sesuatu yang sulit. Meski terdapat faktor yang bisa menyebabkan janin lahir sebelum waktunya, ada juga faktor lain yang belum diketahui. Simak penjelasan mengenai hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan keguguran.

Pada beberapa kasus, keguguran terjadi karena alasan yang tidak dapat Anda kendalikan, hal itu berdampak pada sulitnya untuk menentukan penyebab pasti. Oleh karena itu, dengan mempelajari hal-hal lain yang dapat dikendalikan, Anda dapat membantu meningkatkan peluang untuk memiliki kehamilan yang sehat dan cukup bulan.

Berikut berbagai hal yang meningkatkan risiko keguguran yang wajib diketahui Bumil, antara lain:

1. Kelainan Kromosom

Penyebab keguguran yang paling sering terjadi dalam 12 minggu pertama adalah masalah kromosom pada janin. Kromosom mengandung gen yang menentukan sifat unik bayi seperti warna rambut dan mata. Bayi tidak dapat tumbuh secara normal dengan jumlah kromosom yang salah atau dengan kondisi yang rusak.

Beberapa kelainan kromosom lainnya yang dapat menyebabkan keguguran adalah trisomi 13, 18, 21 (sindrom Down), monosomi (sindrom Turner), dan masalah kromosom seks lainnya.

2. Gangguan Kelenjar Tiroid

Gangguan tiroid entah itu hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid) atau hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid) dapat menyebabkan keguguran berulang. Dalam kasus di mana fungsi kelenjar tiroid wanita rendah, tubuhnya akan mencoba mengimbanginya dengan memproduksi hormon yang dapat menekan ovulasi.

Sebaliknya, kelenjar tiroid yang memproduksi terlalu banyak hormon ternyata dapat mengganggu kemampuan estrogen untuk melakukan tugasnya. Keadaan ini membuat rahim tidak nyaman untuk implantasi (menempelnya sel telur yang sudah dibuahi ke dalam lapisan rahim dan mulai membangun plasenta serta embrio) atau menyebabkan perdarahan uterus yang tidak normal.

3. Diabetes

Seorang wanita hamil yang memiliki penyakit ini perlu melakukan konsultasi dengan dokter kandungan atau dokter ahli endokrinologi untuk mengoptimalkan kadar gula tubuhnya. Ketergantungan terhadap insulin yang tidak terkontrol pada trimester pertama dapat menyebabkan keguguran dan peningkatan risiko cacat lahir.

4. Masalah Fisik

Penyebab keguguran yang kurang umum adalah terkait masalah fisik pada ibu hamil. Kondisi ini biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Beberapa contoh masalah fisik seperti:

  • Fibroid rahim dapat mengganggu implantasi atau suplai darah ke janin
  • Beberapa wanita terlahir dengan septum, kelainan uterus yang tidak umum terkait dengan keguguran
  • Seorang wanita mungkin mengembangkan jaringan parut di rahim akibat dari operasi atau aborsi
  • Jaringan parut ini dapat mencegah sel telur ditanamkan dengan benar dan dapat menghambat aliran darah ke plasenta

Pemindaian dengan sinar-X dapat menentukan cacat rahim sebelum kehamilan. Sebagian besar kasus dapat diobati, sehingga mengurangi risiko keguguran.

5. Gangguan Pembekuan Darah

Seperti halnya masalah fisik, keguguran akibat gangguan pembekuan darah (seperti Faktor V Leiden) adalah sesuatu yang bisa terjadi. Meski begitu, keguguran yang disebabkan oleh hal ini adalah sesuatu yang jarang. Kondisi yang disebabkan oleh mutasi genetik ini menyebabkan darah kekurangan faktor pembekuan VII dan IX, hal inilah yang membuat darah sukar membeku dan perdarahan sulit berhenti.

6. Ketidakseimbangan Hormon

Terkadang tubuh wanita tidak menghasilkan cukup hormon progesteron, hormon yang diperlukan untuk membantu lapisan rahim menopang janin dan membantu menahan plasenta. Selain bisa menyebabkan keguguran, gangguan hormon juga dapat menyebabkan sindrom ovarium polikistik, penyakit yang membuat fungsi ovarium atau indung telur terganggu. Keadaan ini menjadi salah satu faktor penyebab kemandulan pada wanita.

7. Gaya Hidup

Kebiasaan Anda sebagai calon ibu dapat meningkatkan risiko keguguran. Beberapa kebiasaan yang berbahaya bagi janin yang sedang berkembang adalah:

  • Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko masalah kehamilan meskipun ibu hanya perokok pasif
  • Kecanduan alkohol
  • Menggunakan obat-obatan terlarang

8. Gangguan Sistem Imun

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa antibodi tertentu bisa menjadi salah satu penyebab paling umum dari keguguran berulang. Lupus adalah penyakit autoimun yang dapat menyebabkan peningkatan angka keguguran.

Keadaan ini sering kali disebabkan karena antibodi anti-phospholipid. Anda tidak dapat mengontrol apakah memiliki antibodi ini atau tidak. Seorang wanita yang memiliki kondisi ini disarankan untuk melakukan tes anti-phospholipid syndrome.

9. Penyakit Kronis

Penyakit kronis yang mungkin terkait dengan keguguran berulang adalah penyakit jantung, penyakit ginjal, dan penyakit hati. Menjalankan setiap arahan dan menjauhi setiap larangan dari dokter kandungan adalah sesuatu penting jika Anda memiliki penyakit kronis.

Pada umumnya, dokter akan menangani masalah kesehatan yang Anda alami terlebih dahulu, setelah itu memberikan pengobatan untuk meningkatkan kesuburan.

10. Kondisi Lingkungan

Selain perokok pasif, zat-zat tertentu di rumah atau tempat kerja dapat membahayakan kehamilan. Beberapa zat tersebut adalah:

  • Merkuri yang dilepaskan dari termometer rusak
  • Pengencer cat, penghilang minyak, penghilang noda, dan pernis
  • Pestisida untuk membunuh serangga atau hewan pengerat
  • Arsenik yang bisa ditemukan dekat lokasi limbah atau air sumur

11. Obat-Obatan

Beberapa obat resep dan non-resep ternyata juga dapat meningkatkan kemungkinan keguguran. Beberapa obat tersebut, antara lain:

  • Ini adalah obat digunakan untuk mengatasi kondisi tukak lambung dan rheumatoid arthritis
  • Obat untuk rheumatoid arthritis dan psoriasis yang parah dan tidak dapat diatasi dengan obat-obatan lain
  • Obat yang digunakan untuk mengatasi masalah kulit seperti eksim dan jerawat
  • Obat antiinflamasi non steroid untuk nyeri dan peradangan

12. Keracunan Makanan

Beberapa jenis keracunan makanan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hal ini, antara lain:

  • Penyakit ini bisa terjadi jika Anda mengonsumsi keju lunak yang tidak dipasteurisasi, makanan laut mentah, atau makanan setengah matang
  • Bakteri Salmonella. Biasanya ditemukan pada telur mentah atau setengah matang
  • Penyakit ini paling sering disebabkan akibat konsumsi daging mentah yang terinfeksi parasit Toxoplasma gondii

Keracunan makanan yang disebabkan oleh listeriosis dan toksoplasmosis dapat menginfeksi bayi yang belum lahir, meski ibu hamil tidak mengalami gejalanya. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti pedoman dari dokter kandungan tentang makanan-makanan yang harus dihindari saat hamil. (DokterSehat.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *