Aceh Utara - Politik - 28 Mei, 2020

Pelayanan Amburadul, Dewan Minta Bupati Aceh Utara Evaluasi Direktur dan Manajemen RSUD Cut Mutia

LayarBerita, Aceh Utara – Gabungan Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Utara terhadap LKPJ Bupati Aceh Utara meminta agar keberadaan Direktur dan manajemen RSUD Cut Meutia dievaluasi dan ditinjau ulang.  Hal ini disampaikan oleh pelapor gabungan Pansus, Terpiadi A Majid dalam rapat paripurna ke-3 masa persidangan I DPRK Aceh Utara tahun 2020, dengan acara penyampaian rekomendasi DPRK Aceh Utara terhadap LKPJ Bupati Aceh Utara tahun anggaran 2019.

Rekomendasi ini disampaikan karena dinilai selama ini pelayanan di RSUD Cut Meutia sangat amburadul. Evaluasi juga dimaksudkan untuk pembenahan SOP Pelayanan terhadap pasien, baik di IGD maupun di Bangsal.  Termasuk terhadap pelayanan mobil ambulans yang selama ini beroperasi di RSU milik Pemda tersebut.

Menurut pelapor gabungan Pansus Terpiadi, evaluasi perlu dilakukan terhadap manajemen Rumah Sakit Cut Meutia agar dapat ditiingkatkan standar pelayanan pada ruang IGD dan pelayanan kepada pasien secara umum.  Mengingat selama ini pelayanan di RSUD Cut Meutia sangat amburadul, rata-rata pasien rawat inap dilayani oleh tenaga honorer dan dokter muda.

“Selain itu kita juga minta Bupati Aceh Utara meninjau ulang Direktur RSUD Cut Meutia, yang sedang menjabat saat ini,” ujar Terpiadi dalam rapat paripurna tersebut.

Gabungan Pansus juga merekomendasikan kepada Bupati Aceh Utara untuk mengevaluasi pola komunikasi Kepala SKPK yang kerap salah memberikan informasi kepada publik. Sehingga merepotkan Bupati Aceh Utara, agar tercipta pola komunikasi yang bijak antara Eksekutif dan Legislatif.

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat dan Wakil Ketua Hendra Yuliansyah serta dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf serta sejumlah anggota dewan lainnya dan unsur Forkopimda serta para pejabat lainnya. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *