LayarBerita, Riau – Kepolisian Daerah (Polda) Riau akan terus menjaga keamanan bagi seluruh masyarakat, khususnya dalam aktifitas ekonomi. Gangguan terhadap aktifitas ekonomi akan ditanggulangi dengan penegakan hukum yang adil. Guna menjamin keberlangsungan aktifitas ekonomi berjalan dengan baik.

Sistem yang telah disiapkan adalah pembentukan Satgas Patroli Jarak Jauh Polda Riau, yakni pengembangan aplikasi Dashboard Lancang kuning, dan penyiapan petugas patroli yang terampil.

Disampiing itu juga disiapkan tim pemburu kejahatan yang terintegrasi dari Polsek sampai dengan Polda.  Serta didukung dengan kemampuan IT dan tehnis modern penyelidikan dan penyidikan yang akan mampu mengungkap berbagai macam kejahatan trans nasional, kejahatan kotijensi, dan kejahatan berdimensi ekonomi serta politik dan lain sebagainya.

Seperti halnya pada Jumat 25 September 2020, Polda Riau berhasil menangkap pelaku pembunuhan  berencana dan disertai dengan Pencurian dengan Kekerasan (CURAS) terhadap korban atas nama M.  Alhadar, pemilik mobil rental dengan akun facebook @rentalmobil_pku, dalam waktu hanya 4 hari sejak kejadian.

Seperti diketahui, pada Senin, 21 September 2020 sekira pukul 16.00 WIB warga menemukan mayat  laki-laki dengan kondisi korban diikat dengan tali nilon dan kepala ditutup dengan handuk. Serta dengan  beberapa luka tusuk/bacok akibat benda tajam di bagian kepala dan tubuhnya.  Mayat tersebut tergeleta di sebuah lubang sumber air di belakang sebuah rumah di Jl. Bakal Baru Desa Tualang Kec. Tualang Kabupaten Siak.

Pengungkapan peristiwa ini diawali dari laporan istri korban, yakni Tutut Winarti, pada tanggal 20 September 2020 ke Polsek Tenayan Raya dan Dit Reskrimum Polda Riau.  Istri korban melaporkan kehilangan suaminya, M. Alhadar yang sejak tanggal 14 September 2020 hilang dan tidak dapat dihubungi lagi hand phonenya.

Dilaporkan, sebelumnya suaminya mengantarkan 1 unit mobil merk Daihatsu Xenia warna abu-abu metalik nomor  polisi BM 1516 PB kepada seseorang yang akan menyewa kendaraan ke Kota Gasib Kabupaten Siak. Namun suaminya tidak kunjung kembali dan tidak dapat dihubungi.

Isteri korban, berusaha menghubungi berulang kali suaminya melalui HP, namun tidak aktif,  dan terus berusaha mencarinya baik melalui google find dengan posisi terakhir aktif berada di Jln. Bakal Baru  Kecamatan Tualang Kabupaten Siak,  maupun mengupload berita kehilangan suaminya di Instagram Lokerriau1, sehingga menjadi viral di media sosial.

Hal tersebut menjadi awal penyelidikan dengan menghubungkan dengan penemuan mayat di Jl. . Bakal Baru Desa Tualang Kec. Tualang Kabupaten Siak, sehari setelah dilaporkan ke Polri.

Hasil olah TKP penemuan mayat ditemukan mayat dalam keadaan terikat tali nilon warna hitam, handuk merah yang terikat pada kepala korban, dan pakaian korban. Tidak ditemukan adanya identitas korban. Selanjutnya dilakukan otopsi di RS Bhayangkara, dengan menghadirkan istri korban yang mengenali bahwa korban adalah suaminya yang meninggal karena kekerasan benda tumpul dan tajam yang banyak dibagian kepala.

Selanjutnya tim reserse gabungan melakukan olah TKP penemuan mayat dan diperoleh informasi dari warga bahwa pernah melihat korban di dalam rumah sdr. An yang berjarak 50 meter dari lokasi penemuan mayat Setelah dilakukan penggledahan di dalam rumah tersebut, ditemukan barang milik korban antara lain, handphone xiomi redmi, botol parfum yang ada bercak darahnya, alquran, kain sarung warna biru. Selain itu juga ditemukan bercak darah pada alas meja, dan piring.

Berdasarkan bukti-bukti tersebut ditambah keterangan saksi-saksi dilakukan pengejaran ke Langkat dan Binjai Provinsi Sumut.  Tim gabungan pada tanggal 25 September 2020 berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 (dua) orang  pelaku atas nama AN dan DV di wilayah Binjai saat bersembunyi di lokasi Panti  Pijat Jl. Binjai Simpang Diski Kota Binjai Provin Sumatera Utara.

Namun pada saat penangkapan kedua  pelaku berusaha melawan terhadap petugas dengan sajam yang dibawanya dan berusaha untuk melarikan diri,  sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap kedua pelaku.

Dari hasil pemeriksaan kedua pelaku bahwa perbuatan tindak pidana tersebut dilakukan  bersama-sama dengan 2 pelaku lainnya atas nama IR dan DD yang saat ini masih dalam  pengejaran.

Hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku dengan didukung bukti-bukti, pelaku mengakui perbuatan melakukan perencanaan pembunuhan dengan maksud mengambil barang milik korban berupa mobil merk Daihatsu Xenia warna abu-abu metalik, yang saat ini telah dirubah warna menjadi hitam dengan cara dicat pilox dan nomor nomor mobilnya diganti menjadi BK 1888 MQ.

Para tersangka dipersangkakan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian  dengan kekerasan (Curas) sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 340 KUHP dan atau pasal 338  KUHP dan pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana hukuman mati atau hukuman penjara selama 20 tahun.

Semua rangkaian penyampaian diatas menunjukkan peran media sosial sangat membantu Polri untuk  mempercepat pengungkapan kasus yang terjadi  Ini juga  menunjukkan komitmen Polda Riau dalam  memberikan perlindungan terhadap semua kegiatan usaha di Provinsi Riau, salah satunya adalah rental endaraan bermotor. [Abb/rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *