LayarBerita, Siak –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak belum lama ini menerima berkas kasus dugaan penadahan pencurian tembaga yang terjadi di PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI).  Dalam berkas perkara yang dilimpahkan ke Kejari Siak itu, pihak penyidik Polres Siak telah menetapkan seorang tersangka atas nama Mewa Riska.

Terkait hal itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Siak Aliansyah SH membenarkan pihaknya telah menerima berkas perkara tersebut.  Namun menurut Aliansyah, kasus tersebut saat ini masih sedang dalam proses dan masih P-19.

“Kami sudah menerima limpahan berkas perkara pencurian yang terjadi di PT Chevron. Dalam perkara ini, pihak Polres Siak telah menetapkan seorang tersangka bernama Mewa Riska, disangkakan selaku penadah yang membeli kabel 16 kilogram tembaga milik PT Chevron. Tetapi setelah kita teliti berkas perkara ini belum lengkap.  Sehingga berkas tersebut kami kembalikan kepada penyidik Polres untuk dilengkapi,” ujar Kajari Siak Aliansyah, Ahad (26/7/2020) sore, kepada media ini.

Lebih lanjut Aliansyah menegaskan, di saat kasus ini masih tahap P-19, justru suami dari tersangka meminta kepada pihak Kejari Siak agar bisa meringankan ancaman hukuman terhadap tersangka, termasuk meminta agar tersangka bisa dibebaskan dari jeratan hukum.

“Karena perkara kasus ini masih P-19, tentu kami belum bisa untuk menyidangkannya. Dan terkait beredarnya isu bahwa kami (Kejari, red) meminta uang atas penanganan perkara ini dan lain sebagainya, itu sama sekali tidak benar,” lanjut Kajari.

Sambung Aliansyah, terkait isu yang berkembang dalam perkara kasus tesebut, pihaknya mengaku tidak menanggapinya, lantaran berkas perkara kasus  penadahan yang diterima oleh Kejari Siak masih belum lengkap. Selain itu juga pihak Kejari Siak masih mengikuti perkembangan proses Praperadilan yang saat ini sedang dilakukan oleh Tersangka di Pengadilan Negeri  Siak. [Abb/At]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *