LayarBerita, Flores Timur – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate meresmikan pemanfaatan akses internet yang dibangun oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“BAKTI di NTT sudah membangun 753 titik akses internet, itu adalah internet gratis yang langsung dihubungkan dengan satelit,” tutur Menkominfo dalam sambutannya pada acara peresmian akses internet yang berlangsung di Kantor Desa Woloklibang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (26/6/2020).

Menteri Johnny mengatakan, di Kabupaten Flores Timur terdapat 38 lokasi akses internet yang sudah dihubungkan langsung dengan satelit, baik satelit dalam negeri maupun satelit dari negara lain. Dari total 7.764 titik akses internet di seluruh Indonesia, 753 diantaranya terpasang hampir 20 Kabupaten di Provinsi NTT. Selain akses internet, sebanyak 133 lokasi di Provinsi NTT juga terpasang Base Transceiver Station (BTS), dan 5 lokasi Networking Operations Center Palapa Ring.

Komitmen Membangun Infrastruktur TIK

Menteri Johnny mengatakan, saat ini Indonesia menggunakan 9 satelit, 5 diantaranya dari Indonesia dan 4 lainnya dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Satelit yang tersedia menurut Menkominfo, belum cukup sehingga masih banyak yang harus dikerjakan.

Terkait dengan hal ini, Presiden dan Wakil Presiden mempunyai komitmen yang kuat untuk melengkapi infrastruktur telekomunikasi khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), salah satunya di sektor pendidikan.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Flores Timur, Menteri Johnny juga meresmikan Akses Internet di SMP Negeri 1 Adonara Tengah sebagai bentuk dukungan infrastruktur telekomunikasi di sektor pendidikan.

Hadirnya internet gratis di sekolah ini,  membuat siswa dapat mengikuti pelajaran secara daring dan mengumpulkan informasi dari internet. Internet gratis ini bisa diakses dalam radius 50 meter dari area sekolah.

“Untuk pendidikan di wilayah-wilayah yang backbone fiber optiknya sudah ada yang digelar oleh operator seluler misalnya itu, bisa mendapatkan akses internet yang besar karena ada jaringan fiber optiknya,” terang Menteri Johnny.

Bagi sektor pemerintahan, dalam keterkaitannya untuk menunjang pelaksanaan eGovernment, Kementerian Kominfo melalui BAKTI juga membangun Akses Internet di Desa Woloklibang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. “Dalam rangka menunjang elektronik government atau pemerintahan berbasis elektronik, maka untuk wilayah-wilayah 3T, Kominfo mengambil alih tugas-tugas untuk membangun infrastruktur TIK,” ujar Menteri Johnny.

Infrastruktur TIK Ditengah Pandemi Covid19

Disela kunjungannya di Kabupaten Flores Timur, Menkominfo tidak lupa berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi Covid-19 yang saat ini belum ada vaksinnya.

“Saya harapkan, kita tetap mengikuti protokol kesehatan yaitu pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun”, ungkap Menteri Johnny

Adanya Covid-19 memberi dampak bagi masyarakat dunia termasuk Indonesia untuk melakukan akselerasi digital. Dengan adanya pembatasan pertemuan fisik untuk memutus mata rantai Covid-19, cara interaksi masyarakat berubah dengan memanfaatkan ruang digital.

Kebutuhan pemanfaatan ruang digital harus diikuti dengan ketersediaan layanan Akses Internet. Hadirnya Akses Internet yang dibangun oleh BAKTI menjadi jawaban terutama bagi masyarakat di wilayah 3T untuk tetap bisa produktif sekaligus aman dari Covid-19.

Harapan Pemanfaatan Akses Internet

Menteri Johnny berharap, dari 58 titik akses internet di Kabupaten Flores Timur yang langsung dihubungkan ke satelit, dan juga BTS (Base Transceiver Station) yang sudah dibangun oleh BAKTI, dapat digunakan dengan baik.

“Kita tentu harapkan bahwa fasilitas tersedia ini dapat digunakan dengan baik, karena ini diberikan untuk kantor desa, layanan pemerintahan berbasis elektronik, untuk sekolah dan untuk puskesmas dalam rangka pelayanan kesehatan,” kata Menkominfo.

Pembangunan infrastruktur TIK yang secara keseluruhan di wilayah 3T, baik melalui fiber optik, microwave link dan satelit yang sudah bisa disediakan semuanya pada tahun 2023 nanti, “Mudah-mudahan seluruhnya bisa digunakan melalui pelayanan online,” imbuhnya.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Flores Timur, Menteri Johnny didampingi Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Prof. Henri Subiakto, Direktur Sumberdaya dan Administrasi BAKTI Fadhilah Mathar, juga dihadiri Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *