Hukrim - 27 Februari, 2020

Polres Lhokseumawe Bongkar Sindikat Penipuan Online yang Dikendalikan Napi di Sumut

LayarBerita, Lhokseumawe – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe berhasil mengamankan seorang mahasiswa dengan inisial FR (25) yang merupakan anggota sindikat penipuan online.

FR ditangkap tim Satreskrim Polres Lhokseumawe pada Selasa (28/1/2020) sore di kediamannya di Desa Tumpok Baroh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Ahzan didampingi Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres setempat, Kamis (27/2/2020) meyebutkan bahwa FR merupakan salah seorang anggota sindikat penipuan online yang dikendalikan tiga tersangka lainnya yang kini berstatus narapidana.

Adapun para tersangka tersebut adalah, MW (27) dan FY (34), narapidana kasus Narkoba yang saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Simalungun, Sumatera Utara, serta NN (19), nara pidana yang saat ini ditahan di rumah tahanan (Rutan) wanita Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam menjalankan aksinya, para pelaku (MW) menghubungi nomor handphone (HP) calon korban yang pilih secara acak dan menawarkan kerja sama penjualan handphone dengan sistem bagi hasil.

Untuk memuluskan aksinya, MW menggunakan nama samaran Fadil, dan mengaku sebagai tetangga korban untuk meyakinkannya, yang secara kebetulan nama yang digunakan pelaku adalah benar tetangga korban.

Tak lama kemudian, korban yang sudah masuk dalam perangkap, mendapat panggilan telepon dari pelaku (FY), dan mengatakan ingin membeli HP dari korban.

Kepada korban, FY mengaku bernama Asiong, dan menjanjikan bahwa korban akan mendapatkan untung yang besar dengan kerja sama tersebut.

Korban yang sudah terpedaya dan tergiur akan untung yang besar, kemudian menghubungi Fadil (MW) dan mengatakan sudah ada pesanan dari Asiong (FY).

Saat itu, Fadil (MW) meminta korban untuk mengirimkan (transfer) uang sebesar Rp39 juta agar barang pesanan dari Asiong (FY) bisa segera dikirimkan.

Korban pun memenuhi permintaan Fadil (MW) dengan mengirimkannya dalam 3 tahap, yakni maing-masing Rp15 juta, Rp19 juta dan Rp5 juta ke rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas nama tersangka FR.

Dalam hitungan menit, uang yang ditransfer korban langsung ditarik oleh tersangka FR yang telah menunggu di anjungan tunai mandiri (ATM) dan dipindahbukukan ke rekening lain sesuai perintah MW.

Namun lacur, setelah menunggu beberapa waktu, barang yang dijanjikan oleh Fadil (MW) tidak kunjungan sampai. Korban pun baru menyadari dirinya telah terpedaya, dan segera melaporkannya ke polisi.

Polisi pun bertindak cepat, dan berhasil mengamankan FR di kediamannya.

FR yang mengaku telah menjalankan modus penipuan online sejak tahun 2018, saat ini harus mendekam di ruang tahanan Mapolres Lhokseumawe guna proses selanjuntya.

Dari tangan FR, polis juga mengamankan barang bukit 1 buah Buku Tabungan BRI atas nama FR, satu unit HP Vivo, 4 slip transfer BRILink, 2 lembar print out buku bank, dan uang tunai sebesar Rp150.000.

Atas perbuatannya, FR dijerat dengan Pasal 378 KUPidana dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolre Lhokseumawe Kompo Ahzan mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan jangan sampai terpedaya oleh bujuk rayu enelpon yang mengaku kenal dengan mengatasnamakan orang lain. Karena modus seperti sudah berlangsung lama. (BIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *