LayarBerita.com – Skizoid (schizoid personality disorder) adalah gangguan kepribadian yang membuat pengidapnya enggan untuk menjalani interaksi sosial. Ketahui lebih lanjut mengenai kondisi ini mulai dari ciri-ciri, penyebab, hingga pengobatannya!

Skizoid adalah salah satu dari sekian jenis gangguan kepribadian, khususnya gangguan kepribadian klaster A (eksentrik). Orang dengan kelainan perilaku ini cenderung jauh, terlepas, dan acuh tak acuh terhadap hubungan sosial. Mereka umumnya merupakan seorang penyendiri yang lebih menyukai aktivitas menyendiri dan jarang mengekspresikan emosi secara kuat.

Meskipun namanya terdengar mirip dan mungkin memiliki beberapa gejala yang serupa, perlu Anda tahu jika gangguan kepribadian skizoid tidak sama dengan skizofrenia. Banyak penderita gangguan kepribadian skizoid yang mampu beraktivitas dengan cukup baik, meskipun mereka cenderung memilih pekerjaan yang memungkinkan mereka untuk bekerja sendiri alih-alih secara tim.

Ciri dan Gejala Skizoid

Pengidap gangguan kepribadian skizoid cenderung tertutup dan akan sebisa mungkin untuk menghindari kontak dengan orang lain. Banyak yang memilih tidak menikah atau mungkin terus hidup dengan orang tua mereka setelah dewasa. Ciri-ciri umum lainnya dari orang-orang dengan gangguan ini antara lain:

  • Tidak menginginkan atau menikmati hubungan dekat bahkan dengan anggota keluarga
  • Memilih pekerjaan dan kegiatan soliter
  • Mengambil kesenangan dalam beberapa hal, termasuk seks
  • Tidak memiliki teman dekat, kecuali saudara kandung
  • Mengalami kesulitan berhubungan dengan orang lain
  • Acuh terhadap pujian atau kritik. Lebih suka menyendiri dan menunjukkan sedikit emosi
  • Sering melamun atau berfantasi tentang kehidupan batinnya yang kompleks
  • Kurang motivasi

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Skizoid mungkin saja dapat mengganggu elemen-elemen kehidupan pengidapnya, mulai dari elemen sosial, karir, hingga hubungan keluarga dan asmara. Jika ini yang terjadi, maka tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kejiwaan atau psikiater guna mencari solusi atas permasalahan yang dialami tersebut.

Penyebab Skizoid

Lantas, apa penyebab dari gangguan kepribadian skizoid? Hingga kini para ahli medis pun belum dapat mengetahui secara pasti mengapa seseorang bisa mengalami hal tersebut. Ada yang mengatakan jika hal ini berkaitan dengan gangguan mental lainnya yaitu skizofrenia dan skizotipal. Selain itu, faktor genetik dan lingkungan juga kabarnya memainkan peran dalam mengembangkan skizoid.

Pasalnya, kepribadian adalah kombinasi dari pikiran, emosi, dan perilaku yang membuat Anda unik. Ini adalah cara Anda memandang, memahami, dan berhubungan dengan dunia luar, serta cara Anda memandang diri sendiri. Nah, bentuk kepribadian terbentuk selama masa kanak-kanak, yang mana ini terjadi melalui interaksi dengan lingkungan sekitar, terutama keluarga.

Faktor Risiko Skizoid

Sementara itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap gangguan kepribadian yang satu ini. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:

  • Memiliki orang tua atau kerabat lain yang memiliki gangguan kepribadian skizoid, gangguan kepribadian skizotipal, atau skizofrenia
  • Memiliki orang tua yang dingin, lalai atau tidak responsif terhadap kebutuhan emosional

Akan tetapi, hal ini tidak menjadi jaminan jika anak sudah pasti akan mengidap schizoid personality disorder pada masa mendatang. Seperti yang tadi telah disinggung, faktor lingkungan sosial juga turut andil dalam mengembangkan potensi seseorang untuk mengidap schizoid.

Diagnosis Skizoid

Jika gejala gangguan kepribadian ini hadir, dokter akan mulai mengevaluasi riwayat medis secara lengkap dan melakukan pemeriksaan fisik. Meskipun tidak ada tes laboratorium yang secara khusus mendiagnosis gangguan kepribadian ini, dokter mungkin akan melakukan sejumlah tes untuk menyingkirkan penyakit fisik yang mungkin turut menyertai.

Jika dokter tidak menemukan alasan fisik untuk gejala, ia mungkin akan merujuk pasien ke psikiater, psikolog, maupun tenaga medis profesional lainnya yang secara khusus dilatih untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit mental. Psikiater dan psikolog menggunakan wawancara yang dirancang khusus dan alat penilaian untuk mengevaluasi seseorang dengan gangguan kepribadian.

Pengobatan Skizoid

Secara umum, metode pengobatan umum untuk mengatasi skizoid terdiri dari:

  • Terapi psikis (psikoterapi)
  • Terapi perilaku kognitif
  • Terapi kelompok
  • Terapi obat-obatan

Orang dengan gangguan kepribadian ini sebenarnya jarang melakukan pengobatan, karena pikiran dan perilaku mereka umumnya tidak sampai menyebabkan munculnya tekanan mental. Namun, kondisi ini mungkin saja perlu mendapatkan semacam terapi pengobatan, dan psikoterapi—dalam bentuk konseling—adalah bentuk pengobatan yang paling umum.

Pengidap masalah kepribadian ini kemungkinan juga akan menjalani terapi peningkatan keterampilan umum, interaksi sosial, komunikasi, dan harga diri. Pasalnya, orang-orang dengan gangguan kepribadian skizoid mengalami kesulitan untuk menjalin relasi sosial dengan orang lain. Pelatihan keterampilan sosial ini merupakan komponen penting dari pengobatan.

Sementara itu, jarang ada terapi obat-obatan untuk mengobati gangguan kepribadian ini. Tidak ada pula obat yang telah mendapat rekomendasi dari United States Food and Drugs Administration (USFDA) untuk mengobati masalah kepribadian ini.

Akan tetapi, obat-obatan dapat digunakan untuk mengobati kondisi lain yang terjadi bersamaan dengan schizoid, seperti depresi atau gangguan kecemasan. Obat-obatan tersebut meliputi:

  • Obat bupropion, berfungsi untuk memperbaiki suasana hati (mood)
  • Obat antipsikotik, berfungsi untuk mengatasi perasaan acuh

Komplikasi Skizoid

Kurangnya interaksi sosial adalah komplikasi utama gangguan kepribadian skizoid. Orang dengan gangguan kepribadian ini jarang melakukan kekerasan,  karena mereka memilih untuk tidak berinteraksi dengan orang-orang. Kondisi lain yang mungkin terjadi adalah gangguan suasana hati, gangguan kecemasan, dan gangguan kepribadian lainnya.

Meskipun beberapa dari perilaku mereka mungkin aneh, orang-orang dengan gangguan kepribadian schizoid umumnya mampu beraktivitas normal dalam kehidupan sehari-hari. Namun, mereka mungkin tidak membentuk hubungan yang bermakna, bahkan dengan orang-orang terdekat seperti keluarga.

Sayangnya, beberapa penelitian telah menunjukkan jika pengidap schizoid berpotensi mengalami masalah sosial, masalah keuangan, dan pekerjaan.

Pencegahan Skizoid

Tidak ada yang benar-benar bisa dilakukan guna mencegah Anda dari kondisi mental yang satu ini. Namun, pengidap bisa melakukan terapi psikologis guna membantu memperbaiki kualitas hidupnya. Selain itu, dukungan dan motivasi dari orang-orang terdekat juga sedikit banyak dapat menstabilkan suasana hati. (DokterSehat.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *