Layarberita.com – Meski di tengah pandemic saat ini, KIA Motors Corporation tetap akan memperluas produksinya termasuk Indonesia yang menjadi pangsa pasarnya.  Terlihat SUV Compact Kia Sonet juga memang diproduksi di India selain Kia Seltos menjalani debut dunia melalui virtual yang digelar di India pada 7 Agustus 2020.

Dilansir dari uzoneid, President dan CEO Kia Motors Corporation, Ho Sung Song mengatakan, bahwa Kia Sonet memiliki desain yang agresif dan modern. Kesan berkendara yang fun to drive, serta fitur-fitur canggih pada Kia Sonet bisa jadi pilihan generasi milenial dan generasi Z.

Kia Sonet aan tampil dengan memiliki panjang body dengan panjang 3.995 mm, lebar 1.790 mm dan tinggi 1.642.

Di India, Kia Sonet dijual dalam dua trim, yakni Sonet Tech Line dan GT Line untuk varian tertinggi. Di sektor tenaga terdapat tiga pilihan mesin, yakni:

  1. Mesin 1.5 CRDi Diesel 6-percepatan bertenaga 100 PS transmisi manual, kemudian mesin tenaga 115 PS 6-percepatan transmisi otomatis.
  2. Mesin bensin G1.0 T-GDi bertenaga 120 PS dikombinasikan dengan opsi 6iMT dan 7DCT Smartstream.
  3. Mesin bensin G1.2 Petrol 5-percepatan transmisi manual bertenaga 83 PS.

Di India, varian paling murah, HTE dijual  671.000 rupe atau sekitar Rp135.7 juta (kurs Rp202 per 1 rupee). Kemudian tipe GTX+ dijual 1.199.000 rupee atau sekitar Rp242,6 juta.

Indonesia pun siap-siap menyambut kedatangan Kia Sonet karena telah masuk dalam situs Badan Pendapatan Daerah Pemerintah  Provinsi DKI Jakarta dan sudah tertera Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) untuk mobil asal Korea Selatan ini.

NJKB Kia Sonet 1.5 AT (automatic transmition) tercantum harga Rp181.000.000, sedangkan untuk MT (manual transmition) dihargai 174.000.000.

Pastinya yang digunakan Kia Sonet 1.5L jenis mesin bensin yang tidak dijual di India. Mesin tersebut bisa saja berbagi platform dengan Kia Rio.

Jika Kia Sonet sudah berstatus on-the road, tentu harganya bisa menembus Rp250 jutaan. Ambil saja contoh Kia Picanto 1.2 MT harga NJKB Rp117.000.000, kemudian setelah berstatus on-the road menjadi Rp207.800.000. Selisihnya mencapai Rp90 juta. [int]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *