[Infotorial Pemkab Siak]

LayarBerita, Siak – Pemerintah Kabupaten Siak meluncurkan inovasi berbasis IT bernama Aplikasi Siak Kabupaten Layak Anak dari Command Center Siak Live Room, Jumat Siang (25/9/2020).

Aplikasi yang diluncurkan secara simbolisini oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Hendrisan, tidak lain merupakan sebagai bentuk dukungan bagi upaya pemenuhan hak anak secara terpadu dan berkelanjutan. Apliasi ini diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Siak.

Kegiatan peluncuran aplikasi turut dihadiri oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Siak Darussalim, Para Staf Ahli, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Muharom, Camat Siak Tengku Indra Putra, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak.

Dalam sambutannya, Hendrisan menjelasan bahwa peluncuran aplikasi tersebut merupakan wujud keseriusan dan perhatian Pemerintah Kabupaten Siak dalam rangka percepatan mewujudkan Kabupaten Siak yang Layak Anak.

“Launching aplikasi Kabupaten Siak Layak Anak atau Siak Anak ini merupakan wujud komitmen Kabupaten Siak menjadi Kabupaten yang memang layak bagi tumbuh dan kembangnya anak,” sebutnya.

Asisten II Setda Kabupaten Siak itu juga menyampaikan pentingnya peran Pemerintah Daerah dalam mendorong keluarga-keluarga, masyarakat, dan media untuk semakin memahami tentang pemenuhan hak-hak bagi setiap anak di Kabupaten Siak.

“Menjadi teramat penting bagi Pemerintah Kabupaten Siak dalam upaya mendorong setiap keluarga, masyarakat serta media, guna memahami pemenuhan hak-hak anak. Yakni berupa pemenuhan kebutuhan standar anak, diantaranya kasih sayang orang tua, pendidikan yang layak dan memadai, serta kebutukan makanan bergizi. Adapun yang tidak kalah penting ialah kondusifitas masing-masing keluarga serta lingkungan tempat tinggal. Hal ini merupakan tanggungjawab kita bersama,” jelasnya.

Kemudian Hendrisan juga mengatakan bahwa program ini (Aplikasi Kabupaten Siak Layak Anak) merupakan satu wadah atau forum bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama membangun kondusifitas dan sarana dan prasarana yang memadai bagi tumbuh dan berkembangnya anak.

“Aplikasi ini juga merupakan wadah ataupun forum bagi kita bersama yakni pemerintah daerah bersama masyarakat.  Bagaimana kita harus saling bersinergi mewujudkan lingkungan yang kondusif serta sarana dan prasarana yang memadai bagi tumbuh dan kembangnya anak-anak kita. Mari kita manfaatkan sebaik-baiknya,” imbaunya.

Diakhir sambutannya, Hendrisan juga mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menyukseskan program Kabupaten Siak Layak Anak yang merupakan bagian dari upaya mensukseskan program nasional Indonesia Layak Anak (IDOLA) tahun 2030.

Sebelumnya, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Siak Darussalim dalam sambutannya melaporkan capaian yang diperoleh Kabupaten Siak dalam penilaian Kabupaten Layak Anak terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Alhamdulillah, Kabupaten Siak yang kita cintai ini dalam penilaian Kabupaten Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI terus mengalami peningkatan. Tahun 2013 penghargaan pertama kita raih, kemudian tahun 2015.  Alhamdulillah kita meraih predikat pratama, dan tahun 2017-2018 kita mengalami peningkatan yakni meraih Predikat Madya, dan pada tahun 2019 yang lalu, kita meraih Predikat Nindya,” terangnya.

Lanjut Darussalim, bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Siak, menurutnya hal tersebut menjadi pendorong dan motivasi bagi pihaknya bersama masyarakat dan media untuk semakin memahami akan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

Mengakhiri sambutannya, mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Siak itu mengharapkan agar anak dilibatkan dalam pembangunan yakni menjadikan anak sebagai subyek bukan obyek.

“Harapan kita bersama tentunya agar kita melibatkan anak dalam pembangunan,dalam artian anak sebagai subyek bukan obyek. Sebagai subyek artinya terwujudnya program pembangunan yang berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan dan hak bagi anak,” pungkasnya. [Abb/rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *