News - 24 Mei, 2020

Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir di Sejumlah Wilayah Aceh

LayarBerita, Jakarta – BKMG mengeluarkan peringati dini terhadap sejumlah daerah di Indonesia terkait kondisi cuaca dari 24 hingga  26 Mei mendatang.  Peringatan dini juga ditujukan terhadap sejumlah daerah di Provinsi Aceh, yang diminta mewaspadai terjadinya hujan lebat disertai petir (kilat).

Menurut prakiraan BMKG, daerah yang berpotensi hujan lebat disertai petir pada 24 Mei terjadi pada 15 daerah, yakni Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tamiang, Langsa, Simelue, Abdya, Aceh Timur, Lhokseumawe, Aceh Jaya, Subulussalam, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Bener Meriah, Nagan Raya dan Aceh Tenggara.

Sementara tanggal 25 Mei diperkirakan hanya terjadi pada 7 daerah, yakni Kabupaten Simelue, Aceh Jaya, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Banda Aceh dan Aceh Tengah.  Sedangkan tanggal 26 Mei, hujan lebat disertai petir diperkirakan terjadi pada 5 daerah, yakni Kabupaten Aceh Utara, Langsa, Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Bireuen.

Sementara itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap kondisi gelombang tinggi, termasuk sejumlah area di Perairan Aceh. BMKG memperkirakan dengan gelombang tinggi sekitar 2,5 meter hingga 4 meter, yakni terjadi di kawasan Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh bingga Kep. Nias dan Samudra Hindia Barat Aceh hingga Mentawai.

BMKG juga mengeluarkan saran keselamatan, seperti untuk  pelayaran : Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Peningkatan tinggi gelombang ini diakibatkan oleh adanya Siklon Tropis “MANGGA” 995 hPa di Samudra Hindia 1300km barat daya Bengkulu yang dapat mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di Samudra Hindia barat Sumatera.

Pusat tekanan rendah 1009 hPa terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.  Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Utara – Timur dengan kecepatan 5 – 20 knot sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan 5 – 25 Knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan P. Rotte – Kupang, Perairan P. Sawu, Perairan Kep. Kei – Aru, dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *