LayarBerita, Aceh Tengah – Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh melalui Resor Konservasi Wilayah 6 Takengon beserta tim Forum Konservasi Leuser (FKL) membantu penyelamatan seekor beruang madu (Helarctos malayanus) yang terkena jerat.

Penyelamatan terhadap satwa dilindungi ini dibantu oleh tim medis Balai KSDA Aceh, Personil Koramil Kecamatan Linge, dan masyarakat, di Desa Gelampang Gading Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh.

Menurut Kepala Balai, Agus Arianto, upaya penyelamatan ini berawal dari laporan Komandan Kormail Kecamatan Linge, tanggal 21 Oktober 2020 sekitar pukul 09.21 WIB. Petugas Resor Konservasi Wilayah 6 Takengon menerima laporan terkait satwa liar yang dilindungi jenis beruang madu terkena jerat di area perkebunan masyarakat di Desa Gelampang Gading Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah.

Mendapat laporan ini, petugas Resor Konservasi Wilayah 6 Takengon melakukan groundcheck atau pengecekkan terhadap laporan tersebut dan benar dijumpai adanya seekor Beruang Madu yang terkena jerat dengan posisi kaki tergantung pada kawat jerat dengan posisi kepala menghadap bawah.

“Kondisi satwa tersebut mengalami kerusakan kuku serta pembengkakan pada sekitar pergelangan kaki akibat terlilit jerat. Beruang Madu tersebut berjenis kelamin betina dengan perkiraan usia sekitar 2 hingga 3 tahun. Tim petugas juga menemukan adanya seekor Beruang Madu dewasa yang diduga merupakan induk dari anakan Beruang Madu yang terkena jerat tersebut,” terang Agus melalui rilisnya.

Selanjutnya, tim petugas Resor Konservasi Wilayah 6 Takengon melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe dan segera melakukan upaya evakuasi atau penyelamatan yang didampingi tim medis Balai KSDA Aceh.

“Terlebih dahulu, tim melakukan pengusiran terhadap induk beruang yang berada di sekitar lokasi dengan menggunakan mercon. Kemudian tim petugas melakukan pembiusan terhadap Beruang Madu yang terjerat tersebut dengan menggunakan tulup (blow pipe) sebelum penanganan medis lainnya. Petugas juga memotong kawat jerat yang melilit pergelangan kaki kiri belakang satwa,” terangnya. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *