LayarBerita, Lhokseumawe – Kabar duka kembali menyelimuti dunia pendidikan di Kota Lhokseumawe.  Pasalnya usai seorang kepala sekolah meninggal terpapar Covid-19 hari lalu.  Kini dikabarkan seorang guru di sebuah SLTA di Kota Lhokseumawe juga meninggal dunia, yang merupakan pasien berstatus reakti, Rabu dini hari (23/9/2020)

Informasinya, pasien berinisial NS (45) ini sebelumnya diruju dari sebuah rumah sakit swasta di Lhokseumawe ke RSU Cut Mutia. Warga Banda Sakti Lhokseumawe ini menderita sakit DM, sesak dan demam serta hasil rapid test reaktif.

Humas RSU Cut Mutia, Jalaluddin membenarkan ada seorang pasien reaktif yang meninggal dunia serta diikuti oleh penyakit lainnya. Kondisi pasien sudah meninggal sebelum sempat diambil swab.  Kondisi thoraxnya sangat jelek serta mengalami sesak dan demam serta disertai DM.

“Pasien belum sempat diambil swab.  Penanganan tetap dilakukan sesuai protokol Covid-19.  Almarhum di kebumikan di Gandapura, Bireuen,” terang Jalal. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *