LayarBerita, Lhokseumawe –  Sehubungan merebaknya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia, tak terkecuali di Provinsi Aceh termasuk Kota Lhokseumawe serta Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, dengan hadirnya sebuah Rumah Sakit Rujukan pasien Covid-19 di Kota Lhokseumawe dan telah didapati seorang pasien positif corona meninggal dunia.

Mengingat kondisi ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe mendesak Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Pemkab Aceh Utara menggunakan protokol keamanan dalam peliputan Covid-19. Adapun Protokol keamanan peliputan Covid-19 ini penting karena jurnalis berada di area kerja dengan risiko yang rentan, bahkan tinggi.

AJI secara nasional, sudah mensosialisasikan protokol keamanan peliputan ini ke berbagai lembaga. Bahwa penyampaian informasi dari lembaga, organisasi sampai perorangan yang relavan dengan covid-19 adalah penting. Namun demikian harus ada protokol yang berbeda karena semakin masifnya penularan.

“Tujuannya jelas, mencegah potensi penularan covid-19 di kalangan jurnalis,orang-orang yang ada di dalam lembaga, organisasi sampai perorangan yang menjadi rangkaian   proses peliputan. Tentu  protokol ini  diterapkan  dengan berpegang teguh pada prinsip kebebasan pers dan hak atas informasi   dan bukan alasan bagi para narasumber untuk menyembunyikan informasi   penting untuk publik,” ujar Agustiar Ketua AJI Lhokseumawe.

Surat serta protokol (prosedur) liputan Covid-19 ini diserahkan langsung kepada Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, Kamis (26/3/2020) sekira pukul 15.00 Wib.  Sementara kepada Bupati Aceh Utara diterima oleh Sekretaris Daerah, Abdul Azis selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Aceh Utara.

Ada pun poin penting dalam protokol keamanan peliputan covid-19 ini  adalah,   Diharapkan agar Pemerintah menghindari siaran pers dengan model tatap muka.  Siaran pers tatap muka hanya dilakukan dalam kondisi mendesak dan harus menerapkan physical  distancing dengan jarak aman minimal 1 meter untuk para jurnalis.

Menurut Agustiar, siaran pers tatap muka, bisa diganti dengan live streaming,  perekaman video, rilis foto dan teks disertai catatan  keterangan  dan hak cipta sumber yang disiarkan.

Selain itu, diharapkan tidak menggunakan metode doorstop dalam setiap wawancara.  Serta memastikan tim humas atau komunikasi lembaga-lembaga terkait bisa responsif untuk melayani wawancara lewat telepon atau aplikasi komunikasi  lainnya.

Dalam setiap siaran pers dengan cara live streaming, dimungkinkan  para jurnalis bisa melakukan tanya jawab dengan narasumber.

Setiap siaran pers dengan cara perekaman video atau pun audio, dimungkinkan para jurnalis bisa mengajukan pertanyaan beberapa jam sebelum siaran pers dilakukan melalui tim kehumasan atau  protokol.

AJI Lhokseumawe berharap Walikota Lhokseumawe dan Bupati Aceh Utara dapat  menerapkan protokol keamanan peliputan covid-19 ini di jajarannya sebagai upaya bersama kita meminimalisir penularan virus yang sudah mewabah ini. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *