LayarBerita, Lhokseumawe – Masyarakat Desa Meunasah Blang Crum, Kemukiman Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Rabu (25/3/2020) pagi dihebohkan dengan meninggalnya seorang wanita di dalam rumahnya.

Informasi dihimpun, mayat wanita berisial Lis berusia 47 tahun itu ditemukan oleh Ros (45) yang merupakan tetangga korban, sekira pukul 07.00 WIB, yang merasa curiga karena selama dua hari, korban tidak tampak keluar rumah.

Kemudian Ros mengajak beberapa tetangga lainnya untuk masuk ke dalam rumah milik Lis. Warga melihat dan menemukan korban sudah terbujur kaku dengan posisi telungkup di dalam kamarnya. Penemuan itu dilaporkan kepada Geuchik (kepala desa, red) setempat. Mendengar kabar ini, warga sekitar pun berdatangan ke lokasi kejadian.

Mirisnya, warga yang datang tidak berani mendekat dan melakukan tindakan apapun terhadap mayat tersebut. Pasalnya sempat beredar desas-desus, kematian korban dikait-kaitkan dengan infeksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala Desa Meunasah Blang Crum, Ismail Puteh, yang dihubungi LayarBerita.com, Rabu (25/3/2020) malam, membenarkan kejadian tersebut.

Dijelaskannya, usai mendapat laporan dari warganya, lalu dilaporkan kepada Muspika Kecamatan Muara Dua. Kemudian bersama dengan Muspika Kecamatan Muara Dua, dirinya menghubungi  Posko Percepatan Penanganan Covid19 Pemko Lhokseumawe. Jawaban dari petugas akan segera menuju ke lokasi. Namun setelah ditunggu hingga pukul 12.00 WIB, tidak seorang pun petugas medis yang datang ke lokasi.

“Sudah berulangkali saya hubungi, tapi mereka tidak datang juga. Alasannya tidak ada Alat Pelindung Diri (APD), sehingga mereka belum bisa datang,” ujar Ismail Puteh.

warga disemprot disinfektan saat keluar dari rumah warga yang meninggal di rumah. [foto / Ist]

Sekitar pukul 14.00 WIB, dia bersama teungku imum dipanggil ke Posko. Di sana sudah ditunggu oleh Tim Percepatan Penanganan Covid19 Pemko Lhokseumawe. Oleh tim dijelaskan bahwa petugas medis bukan tidak mau datang, tapi tanpa dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD), karena sangat berisiko di tengah maraknya wabah virus corona, imbuhnya.

“Jika petugas medis saja tidak berani, apalagi kami masyarakat,” ujar Ismail Puteh menanggapi penjelasan Tim Percepatan Penanganan Covid-19 Pemko Lhokseumawe.

Mengingat tidak ada titik terang, dirinya dan teungku imum kembali ke desa. Setibanya di desa, ambulans bersama tenaga medis dari Pustu Muara Dua pun tiba, tambahnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, geuchik bersama teungku imum dan Babinsa Koramil Muara Dua, sepakat mengevakuasi mayat dengan segala risiko yang mungkin akan dihadapi.

Namun sebelumnya, dirinya bersama orang yang akan melakukan evakuasi mayat terlebih dahulu disemprot cairan disinfektan oleh anggota Koramil Muara Dua.

“Saat kami masuk, mayat dalam posisi telungkup dan dipenuhi darah yang sudah mengental.  Serta kondisi jari tangan mayat sudah membiru,” sebutnya.

Ia menduga, korban yang tinggal sendiri di rumahnya, (suaminya pergi melaut dan anak korban berada di Banda Aceh), terjatuh dan kepalanya terbentur dengan lantai. Karena tidak ada pertolongan, akhirnya meninggal, jelas Ismail.

Selanjutnya, ia meminta beberapa orang warga untuk memandikan jenazah dan melakukan fardhu kifayah lainnya.

“Atas saran Muspika dan warga, setelah dikafani, mayat kita bungkus dengan plastik putih lalu di shalatkan dan dibawa menggunakan ambulans untuk dikebumikan,” terangnya.

Terkait kejadian itu, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak panik, apalagi setiap kematian dikait-kaitkan dengan wabah virus corona. Karena belum tentu karena infeksi virus korona.

Lebih lanjut disampaikannya, dua hari sebelumnya, korban baru pulang dari menghadiri acara keluarganya di Medan, Sumatera Utara. Korban mengeluh sakit pinggang kepada tetangganya, Ros. Lalu disarankan untuk dipijat.

Selain itu, lanjutnya, anak korban pernah menyampaikan bahwa ibunya punya riwayat sakit jantung. Ismail juga menambahkan setelah di evakuasi, korban langsung dimandikan dan tidak dibawa ke rumah sakit. Semua orang yang terlibat dalam fardhu kifayah, lanjutnya, kembali disemprot cairan disinfektan.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Corona Kota Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfikar, meminta masyarakat jangan cepat percaya terhadap informasi tentang Corona yang sumbernya tidak resmi. Termasuk adanya warga yang meninggal dunia dalam waktu dekat ini.

Terkait warga yang ditemukan meninggal di rumahnya di Desa meunasah Blang Crum, Kandang, Muara Dua, Lhokseumawe.  Menurut Said Alam, warga telah melakukan prosesi fardhu kifayah terhadap jenazah tersebut. Dugaan sementara warga tersebut meninggal bukan karena terpapar virus corona.

“Kalau ada yang bilang tim gugus tugas penanganan Covid-19 tidak peduli laporan warga, ini tidak benar. Bahkan saat itu kita telah mengirimkan ambulans terhadap warga yang meninggal tersebut.  Intinya Kita selalu siap sedia terkait percepatan penanganan Covid-19 ini,” terangnya. [BIM]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *