LayarBerita, Lhokseumawe – Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf, melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) guna melihat langsung kesiapan rumah sakit milik daerah ini dalam penanganan pasien terjangkit virus corona.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan 100 unit rumah sakit di seluruh Tanah Air sebagai rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi penyebaran corona virus desease (Covid – 19).  Untuk Provinsi Aceh terdapat dua rumah sakit, yakni RSU Zainoel Abidin (RSUZA) di Banda Aceh dan RSU Cut Meutia (RSUCM) di Lhokseumawe.

Inspeksi yang dilakukan oleh Fauzi Yusuf dimaksudkan untuk meninjau kesiapan manajemen rumah sakit milik Pemkab Aceh Utara itu, baik fasilitas alat dan ruangan maupun tenaga medis. Pada kesempatan itu, Fauzi Yusuf melihat langsung sejumlah ruangan yang telah disiapkan sebagai ruang isolasi jika nantinya ditemukan pasien ter-suspect virus corona.

Fauzi Yusuf mengimbau seluruh stakeholder terkait yang ada di Aceh Utara agar bekerja ekstra untuk pencegahan menyebarnya virus tersebut. Fauzi meminta para pihak untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penularan virus corona, juga tentang perilaku hidup sehat, sehingga masyarakat terhindar dari kemungkinan tertular virus tersebut.

“Saat ini yang sangat perlu dilakukan adalah sosialisasi agar masyarat teredukasi dengan baik tentang virus corona ini. Juga tentang perilaku hidup sehat sebagai jalan terbaik mengantisipasi penularan dari virus tersebut,” imbau Fauzi.

Lanjut Sidom Peng panggilan akrab Wakil Bupati, hingga saat ini di Aceh Utara belum ada laporan masyarakat yang positif terpapar atau suspect virus corona. Begitupun, pihaknya berharap virus ini jangan sampai masuk atau terjangkit di darah berjuluk Bumi Pase ini. Atau jika pun nanti ditemukan ada masyarakat yang terpapar, maka pihak RSU Cut Meutia dalam penanganan medis menjadi lebih siap, baik peralatan maupun petugasnya.

Dalam inspeksi tersebut, Fauzi Yusuf telah melihat langsung kesiapan RSU Cut Meutia dalam mengantisipasi virus corona, antara lain telah menyiapkan tiga ruang isolasi, 30 unit APD (alat pelindung diri), serta siap siaga 24 orang tenaga dokter, baik di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun di ruang isolasi. Selain itu, juga telah disiapkan Standard Operational Procedure (SOP) dalam menangani pasien terpapar virus corona.

“Untuk sosialisasi kepada masyarakat, juga telah disebarkan brosur-brosur yang berisi imbauan dan tata cara mendeteksi dini kemungkinan terpapar virus corona,” ungkap Fauzi Yusuf.

Lebih jauh Wabup Fauzi Yusuf meminta masyarakat Aceh Utara untuk tidak panik dalam menyikapi informasi terkait wabah virus corona ini. Banyak informasi hoaks yang menyebar di tengah masyarakat terkait wabah ini, untuk itu masyarakat jangan langsung menelan mentah-mentah informasi tersebut, sehingga menimbulkan kepanikan.

“Carilah informasi resmi yang dikeluarkan oleh institusi pemerintah, dan ikuti imbauan serta menjalani perilaku hidup sehat. Laksanakan aktivitas sehari-hari seperti biasa, dan meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT serta berdoa kepada Nya, agar kita semua terhindar dari wabah virus yang mulai menyebar ke sejumlah negara itu,” terang Fauzi Yusuf. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *