LayarBerita, Aceh Timur – Personel Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh melalui Resor Konservasi Wilayah 12 Langsa, melakukan penyelematan seekor gajah Sumatera (Elephas maximus ssp. Sumatranus) yang terkena jerat. Penyelamatan gajah di kawasan PT. Alur Timur Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh  Timur, melibatkan Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, serta didampingi dengan tim medis dan Forum Konsevasi Leuser (FKL), Kamis 27 Februari 2020.

Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, Agus Arianto, S Hut, Gajah  Sumatera  berjenis kelamin jantan diperkirakan berusia  6 tahun dengan berat badan sekitar 1 ton.

“Satwa liar ini terkena jerat di kaki kiri bagian atas. Tim petugas segera melakukan pengobatan dan perawatan medis terhadap Gajah Sumatera tersebut,” ujar Agus.

Pengobatan yang diberikan yaitu berupa pembersihan luka akibat tali jerat. Kemudian diberikan antibiotik agar mencegah terjadinya infeksi lebih luas dan antiinflamasi untuk mengurangi rasa nyeri akibat luka.

Tim medis juga memberikan vitamin dan cairan elektrolit untuk menguatkan dan mendukung sistem imunitas tubuh satwa liar tersebut. Setelah dilakukan pengobatan dan perawatan secara medis, satwa dilepasliarkan kembali ke alam. Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil pengamatan dan pemeriksaan tim medis, Gajah Sumatera ini sangat layak untuk dilepasliarkan.

“Selain itu, proses penyembuhan di alam akan terjadi lebih cepat dan lebih baik. Satwa liar Gajah Sumatera ini akan tetap dimonitor dan dipantau oleh tim petugas melalui patroli rutin yang sering dilakukan,” tambah Kepala BKSDA Aceh.

Berdasarkan data BKSDA Aceh, peristiwa Gajah Sumatera yang terjerat, merupakan kasus ke-2 yang terjadi di tahun 2020.  Pemasangan jerat di kawasan hutan merupakan salah satu ancaman bagi pelestarian satwa liar, khususnya bagi satwa liar yang dilindungi seperti Gajah Sumatera yang kerap kali menjadi korban. Sehingga diimbau agar masyarakat ikut serta dalam upaya pelestarian satwa liar yang ada di wilayah Aceh melalui tidak memasang jerat di kawasan hutan atau habitat satwa liar. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *