LayarBerita, Lhokseumawe – Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe berhasil mengamankan MF (20), salah seorang tersangka pelaku tindak pidana penganiayaan.

MF diamankan petugas setelah korban Abdul Muthalib, warga Dusun Lhok Tampu, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua , Lhokseumawe melaporkannya ke Mapolres.

Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Ahzan didampingi Kasat Reskrim, AKP Indra T Herlambang, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres setempat, Rabu (26/2/2020) mengatakan, pertistiwa penganiayaan oleh MF terhadap Abdul Muthalib terjadi pada Kamis (2/1/2020) sore di Dusun Lhok Tampu, Desa Panggoi.

Pada saat itu, korban Abdul Muthalib menemui Abdul Manaf (ayah tersangka) untuk menagih utang, namun Abdul Manaf tidak mau membayarnya, sehingga terjadi cek-cok mulut hingga saling memaki.

Abdul Manaf yang sudah tersulut emosi hendak memukul korban, tapi sempat dicegah oleh Mustafa yang merupakan tetangganya, sehingga pemukulan pun batal terjadi.

Mendengar keributan tersebut, anak kandung Abdul Manaf, yakni MF dan FM langsung mendatangi korban seraya melayangkan tinju ke muka korban dan tendangan ke bagian pinggang. Korban pun terjerembab ke tanah.

Dalam posisi terjerembab di tanah, korban kembali menerima tendangan dari kedua tersangka di bagian wajah, tapi sempat ditahan dengan tangan.

Malang bagi korban, upaya menahan tendangan kedua tersangka, mengakibatkan telapak tangan kirinya mengalami patah.

Dengan sisa tenaga yang ada, korban pun berusaha bangun dan langsung melarikan diri.

Parahnya, akibat penganiyaan itu, selain telapak tangan kirinya patah, sebagian tubuhnya juga mengalami memar dan bengkak dan nyeri, sehingga ia sulit melakukan aktivitas sehari-hari.

Dijelaskan Indra T Herlambang, saat ini MF sudah diamankan pihaknya untuk proses lebih lanjut bersama barang bukti berupa selembar baju dan hasil rontgen telapak tangan yang patah atas nama Abudul Muthalib. Sedangkan FM, pasca kejadian melarikan diri dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Oleh karena itu pihaknya mengimbau agar FM segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka terancam hukuman penjara selama-lamanya 5 tahun, terang Indra T Herlambang.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Ahzan juga mengimbau kepada masyarakat terkait masalah utang piutang agar tidak main hakim sendiri, yang berujung akan merugikan diri sendiri. (BIM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *