LayarBerita, Swiss – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri sidang Dewan HAM PBB ke-43 yang digelar di Markas Besar PBB, Jenewa, Senin (24/2/2020).

Dalam pidato pertamanya sebagai anggota Dewan HAM PBB Periode 2020-2022, Menlu Retno menyampaikan “Investing in woman means investing in human rights“.

Isu perempuan disinggung secara khusus oleh Menlu Retno saat berbicara mengenai pentingnya inklusivitas dalam pemajuan dan perlindungan HAM.

“Pemberdayaan perempuan merupakan elemen penting dalam promosi dan perlindungan HAM,” tutur Menlu RI.

Upaya Indonesia dalam pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada tingkat nasional, namun juga dilakukan pada tingkat kawasan dan dunia.

Di tingkat kawasan, Indonesia telah mengadakan Regional Training on Women, Peace and Security dan Southeast Asia Network of Women Peace Negotiators and Mediators untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam resolusi konflik dan mediasi.

Di tingkat global, Indonesia juga mendorong kontribusi Perempuan Afghanistan dalam proses perdamaian di Afghanistan melalui pembentukan Afghanistan-Indonesia Women’s Network.

Selain itu, Menlu RI juga menyinggung mengenai pentingnya aspek pencegahan pelanggaran HAM dan penguatan sinergi Dewan HAM PBB dalam promosi dan proteksi HAM.

“Pencegahan pelanggaran hak asasi manusia lebih murah daripada mengatasi pelanggaran itu sendiri,” ungkap Retno.

Secara khusus, Menlu RI juga menyinggung isu HAM bagi bangsa Palestina dalam pidatonya di Dewan HAM PBB. “Tidak terpenuhinya Hak-hak dasar rakyat Palestina selama ini yang diperparah dengan rencana pembangunan pemukiman illegal baru di tanah Palestina merupakan contoh pelanggaran HAM yang harus segera diselesaikan,” tegas Retno.

Pertemuan High Level Segment Dewan HAM PBB dihadiri oleh delegasi dari 192 negara, dan 66 di antaranya dipimpin oleh Kepala Negara atau delegasi setingkat menteri. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *