LayarBerita, Lhokseumawe –  Penyidik Polres Lhokseumawe menangkap seorang pejabat Geuchik (kepala desa) Gampong Matang Ulim, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, karena tersandung dugaan korupsi dana desa. Tersangka dalam aksinya  memalsukan tanda tangan bendahara untuk menarik uang ratusan juta untuk kepentingan pribadinya.

Pengungkapan perkara berdasarkan laporan polisi nomor LP-A/ 08/1/2019/ Aceh Res Lsmw, tanggal 10 Januari 2019.  Dari laporan ini, penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyelewengan pada penggunaan dana desa Gampong Matang Ulim Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara tahun 2017 dengan anggaran Rp.793.034.000,- bersumber dari APBN tahun 2017.

Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Ahzan yang didampingi Kasat Reskrim, AKP Indra T Herlambang dalam konferensi pers kepada wartawan mengatakan, tersangka Pj Geuchik berinisial Ilm (41) yang merupakan PNS Pemko Lhokseumawe, menjabat tahun 2017 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor: 141/ 95/ 2017, tanggal 25 Oktober 2017.

 

Tersangka menurut Kasat Reskrim telah melakukan pencairan dana desa yang totalnya Rp. 793.034.000,-.  Dari total dana desa, Ilm telah melakukan penarikan sebanyak 7 kali dari rekening Giro PKPKG Gampong Matang Uim dengan No.rekening 033.01.02.620028.1.

Namun dari 7 kali penarikan tersebut 4 kali penarikan dilakukan tersangka dengan cara memalsukan tanda tangan bendahara Mim pada cek untuk pencairan dana sebesar Rp 300 juta selama tiga bulan, mulai tanggal 11-9-2017 sebesar Rp 70 juta, tanggal 22-9-2017 Rp 80 juta, tanggal 17-10-2017 Rp 50 juta, tanggal 19-12-2017 Rp 100 juta.

Sementara untuk 3 penarikan lainnya yang dilakukan oleh tersangka dengan bendahara pada tanggal 24-8-2017, Rp 242.394.000,-, tanggal 28-12-2017 dengan jumlah Rp 121.900.000,- dan tanggal 29-12-2017 sejumlah Rp 73.juta dengan total 3 kali penarikan Rp 110.275.000,-.

“Pada tahun 2017 Dana Desa yang dikuasai oleh Tersangka Rp. 410.275.000,-. Dari jumlah uang tersebut, tersangka ada mengembalikan uang pada tahun 2017 senilai Rp 85 juta secara bertahap melalui Sekretaris Gampong BTR sehingga total Dana Desa Gampong Matang Ulim Kecamatan Samudera Kab. Aceh Utara yang digunakan untuk kepentingan pribadi Tersangka Berjumlah Rp.325.275.000,” ujar Kasat Reskrim dalam konferensi pers, Minggu (23/2/2020) di Mapolres Lhokseumawe.

Lanjut Indra, berdasarkan laporan hasil audit dalam rangka perhitungan kerugian keuangan Negara (PPKN) terhadap pengelolaan dana Desa Gampong Matang Ulim Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara Nomor: 02/AULHA-PKKN/2019 tanggal 26 Maret 2019 yang dikeluarkan oleh Inspektorat Kabupaten Aceh Utara, adanya kerugian Negara senilai Rp. 361.480.000,-

“Dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadinya.  Bahkan sebelumnya tersangka pergi ke Malaysia dengan menggunakan uang tersebut.  Namun setelah uang habis dia kembali dan berhasil kita amankan,” terang Kasat Reskrim.

Akibatnya pembangunan di Gampong Matang Ulim pada tahun 2017 banyak yang tidak terlaksana dan tidak selesai pembangunannya. Tersangka yang ditanya wartawan mengakui kalau uang tersebut digunakan untuk kepentingan dirinya.  Bahkan dia mengatakan kalau uang itu juga dipakainya untuk membayar hutangnya kepada pihak lain.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni APBG Gampong Matang Ulim Tahun 2017, laporan pertanggung jawaban dana desa Gampong matang Ulim tahun 2017, SP2D pencaiaran anggaran dana desa, dokumen cek pencairan anggaran dana desa, print out rekening koran giro PKPKG Gampong Matang Ulim dengan No.rekening: 033.01.02.620028.1, serta SK pejabat Geuchik Gampong dan Perangkat Gampong matang Ulim tahun 2017.

Akibat perbuatannya, Tersangka dipidana dengan Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagai telah diubah dalam UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200 juta dan paling banyak Rp. 1 miliar. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *