LayarBerita, Aceh Utara – Dalam rangka pelaksanaan Sensus Penduduk tahun 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Utara menggelar rapat koordinasi, di aula Kantor Bupati Aceh Utara, Jumat  (21/2/2020).  Rapat koordinasi tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf.

Kepala BPS Aceh Utara Nur Saida, SE, MSi, dalam laporannya mengatakan pemerintah melaksanakan Sensus Penduduk setiap sepuluh tahun sekali. Sensus tahun 2020 ini merupakan Sensus Penduduk yang ke 7 dilaksanakan di Indonesia. Namun sensus kali ini berbeda dari sensus sebelumnya, terutama dalam sistem atau tatalaksana di lapangan.

Menurut Nur Saida, Sensus Penduduk tahun 2020 menerapkan metode kombinasi, yakni secara online dan mandiri, dan juga dengan metode wawancara. Pada tahap pertama diharapkan adanya proaktif masyarakat untuk mengisis Sensus Online dari bulan Februari hingga Maret 2020. Hal ini bisa dilakukan melalui perangkat HP android, tablet, laptop maupun komputer.

“Bagi yang tidak mengisi secara online, maka petugas BPS akan datang ke rumah untuk melakukan pendataan secara wawancara nanti pada tahap kedua, atau pada bulan Juli 2020,” jelas Nur Saida.

Lanjut Nur Saida, dirinya sangat mengharapkan seluruh penduduk Aceh Utara untuk memberikan data-data yang valid saat mengisi kuesioner online, ataupun saat wawancara dengan petugas sensus.

“Nanti setelah Rakor ini, juga akan digelar Rakor di kecamatan-kecamatan mulai 24 Februari, kami mohon camat dapat mengundang seluruh geuchik atau kepala desa untuk mensuskeskan Sensus Penduduk ini,” harapnya.

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf dalam sambutannya mengatakan, agar setiap gampong di Aceh Utara hendaknya memilik kantor geuchik yang aktif. Di situ ada seorang operator yang secara berkala melakukan update terhadap data-data gampong, baik terkait data kependudukan maupun data-data tentang potensi desa.

“Sudah saatnya setiap gampong memiliki basis data elektronik yang bisa diakses dengan mudah untuk kepentingan pembangunan. Apalagi sekarang sudah ada aplikasi smart gampong, seperti pernah diluncurkan di salah satu gampong di Kecamatan Matangkuli beberapa waktu lalu. Aplikasi ini perlu diterapkan di gampong-gampong lain di Aceh Utara, sehingga menjadi gampong cerdas dengan sistem elektronik berbasis data,” ujar Fauzi.

Sambung Fauzi, basis data sangat penting dimiliki oleh setiap institusi, karena perubahan terjadi setiap saat. Data dibutuhkan untuk perencanaan pembangunan, juga untuk membuat suatu kebijakan dalam pembangunan masyarakat.

“Sensus yang dilakukan oleh BPS ini sangat penting, apalagi dilakukan sepuluh tahun sekali. Nanti data BPS ini perlu untuk kita sinkronkan dengan data Aceh Utara yang ada selama ini, sehingga data kita menjadi lebih valid, menjadi satu data untuk semua,” ungkapnya.

Mengingat inilah, Wakil Bupati meminta semua pihak, terutama para camat untuk membantu BPS dalam pelaksanaan Sensus Penduduk 2020.

Sementara itu, Rapat Koordinasi Sensus Penduduk tahun 2020 turut dihadiri oleh para pejabat jajaran Forkopimda Kabupaten Aceh Utara, Asisten I Sekdakab Dayan Albar, SSos, MAP, para Kepala SKPK, para Camat, para pimpinan BUMN, instansi vertikal dan lembaga lainnya. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *