LayarBerita, Lhokseumawe – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (BEM FH Unimal) Aceh, menilai perlunya adanya peningkatan pengawasan dari semua pihak terutama mahasiswa, terkait program pembangunan di Kota Lhokseumawe. Hal ini dilakukan tidak lain guna menghindari indikasi korupsi berupa markup dan lainnya.

“Kami dari BEM FH akan pantau pembangunan yang ada di Kota Lhokseumawe.  Agar kasus korupsi dalam berbagai jenis dan bentuk apapun dapat dilakukan pencegahan,” ujar Arwan Syahputra, Ketua Departemen Advokasi dan Kajian Strategis BEM FH Unimal, Kamis (20/2/2020).

Lanjut Arwan, tahun 2020 ini, banyak rencana pembangunan Pemerintah Kota Lhokseumawe yang sudah diekspos di SiRUP LKPP, salah satunya proyek Dinas Lingkungan Hidup.

“Salah satunya kami soroti terkait pengadaaan dan pemasangan tiang dan lampu Penerangan Jalan Umum Lhokseumawe, yang memakan anggaran mencapai  RP 1.942.500.000,”  jelasnya.

Agar proyek yang bersumber dari APBK Lhokseumawe itu berjalan mulus, pihaknya mengaku akan melakukan pemantauan.  Mengingat program pembangunan tersebut merupakan uang rakyat yang harus diawasi bersama penggunaannya.

“Kami pantau nanti dari awal hingga akhir.  Karena kita telah berjanji akan berada di garis kebenaran,” tegas Arwan Syahputra.

Berdasarkan penelusuran di website sirup.lkpp.go.id, Dinas Lingkungan Hidup Lhokseumawe akan mulai mengerjakan proyek tersebut mulai Maret hingga September 2020, dengan metode pemilihan tender. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *