LayarBerita, Aceh Utara – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Utara, Razali Abu mengatakan pengelolaan aset daerah selamai ini ibarat seseorang yang mengalami patah tulang, sembuh tetapi tidak sempurna. Sehingga oleh ahlinya, tulang patah yang tidak sempurna itu harus dipatahkan kembali, kemudian disambung dan disatukan agar benar-benar sempurna.

Pastinya, saat dipatahkan kembali sangat menyakitkan. Tetapi itu harus dilakukan agar tulang tersebut kembali sempurna dan tidak bermasalah di kemudian hari.

Dia mengapriesiasi upaya PD Bina Usaha menelusuri aset daerah yang nyaris hilang dari daftar aset, sebagai bagian dari upaya untuk mendongkrak dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Langkah yang dilakukan oleh PD Bina Usaha patut kita apresiasi. Hal ini sejalan dengan upaya kita di Komisi III dalam hal mendongkrak PAD Kabupaten Aceh Utara,” ungkap pria yang akrab disapa Abu Lapang kepada LayarBerita.com, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: PAD ‘Bocor’ karean Ada Aset Daerah yng Nyaris Hilang

“Ini semua demi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di Aceh Utara. Oleh karena itu, ia juga meminta kepada semua satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) Aceh Utara untuk berusaha keras agar PAD dapat meningkat,” tukasnya.

Tidak hanya itu, politisi Partai Aceh tersebut juga mengingatkan semua SKPK termasuk perusahaan daerah untuk benar-benar memahami setiap poin-poin yang tercantum dalam perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga (investor) yang akan berinventasi di Aceh Utara.

Hal itu dipandang penting agar semuanya menjadi jelas, siapa berbuat apa, kewewenangnya sejauh mana dan lain sebagainya, supaya tidak timbul permasalahan di kemudian hari yang dapat merugikan semua pihak, pesan pria yang akrab disapa Abu Lapang. (BIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *