LayarBerita, Banda Aceh – Sejak 28 Maret 2011 hingga  kini, BKSDA telah melepasliarkan orangutan di Jantho baik hasil peliharaan atau sitaan sebanyak 107 individu dan 19 individu merupakan hasil dari translokasi dan ada 2 individu bayi orangutan yang terdeteksi lahir di Cagar Alam Hutan Pinus Jantho.

Seperti halnya pada Kamis, (13/2/2020), seekor Orangutan Sumatera (Pongo Abelii) kembali dilepasliarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, di Cagar Alam Hutan Pinus Jantho pada hari.  Pelepasan dilakukan setelah melewati proses karantina dan rehabilitasi 3 tahun

Pelapasan dilakukan oleh Kepala BKSDA Agus Arianto bersama Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Sahrial dan Perwakilan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara serta Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) melakukan pelepasliaran Orangutan Sumatera,

Orangutan tersebut berjenis kelamin betina dan diberi nama Keke yang berasal dari penyitaan Balai KSDA Aceh di bantu mitra YOSL-OIC di kota Langsa.

Keke diperkirakan berusia 2 tahun saat pertama kali dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi di Batu Mbeliin Sumatera Utara yang dikelola oleh YEL- SOCP di bawah pengawasan Balai Besar KSDA Sumatera Utara pada tanggal 11 Januari 2016 untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Setelah melewati proses karantina dan rehabilitasi selama hampir 3 tahun akhirnya Keke dipindahkan ke Pusat Reintroduksi Orangutan YEL-SOCP di Jantho pada tanggal 14 Oktober 2019.

Orangutan yang tiba di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho tidak langsung dilepasliarkan namun masih harus melewati beberapa tahapan lagi salah satunya adalah adaptasi langsung di alam yang dikemas dalam forest school.

BKSDA sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar atas dukungan sejak pertama Stasiun Reintroduksi Orangutan Jantho dibangun sampai saat ini.

“Kami yakin dukungan akan terus berlanjut, kehadiran Bupati Aceh Besar, Kepala Dinas Lingkungan dan Kehutanan Aceh serta Perwakilan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, semakin memperkuat upaya bersama untuk konservasi orangutan sumatera. Dukungan masyarakat sekitar kawasan Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Jantho yang selama ini diberikan, diharapkan menjadi penguat upaya bersama dimaksud,” ucap Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh Agus Arianto. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *