LayarBerita, Siak – Bupati Siak Alfedri melakukan penanaman perdana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau Replanting di Kampung Empang Pandan Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak.

“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan penanaman perdana peremajaan kelapa sawit, atau replanting yang akan dilaksanaan di Kampung Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak dengan luas 122,8 hektar dari total lahan yang ada di sini kurang lebih 900 Ha,” ujar Bupati Siak Alfedri saat di temui usai acara, penanaman perdana Jumat (14/2/2020) siang.

Menurut Alfedri, Peremajaan Sawit Rakyat di Kecamatan Koto Gasib ini merupakan program dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Untuk tahap pertama luas lahan sawit yang akan dilakukan peremajaan seluas 122, 8 Ha dengan jumlah petani sebanyak 55 orang.

Pelaksanan replanting itu didukung oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Riau) yang siap mensupport para petani yang lahannya di replanting harus menunggu 30 bulan sampai berbuah. Dengan melakukan pendampingan BPTP bersama para petani melakukan budidaya tanaman tumpang sari di lahan sawit yang di remajakan.

“Kita tidak ingin melakukan replanting yang tujuannya untuk mengatasi kemiskinan, tapi memunculkan kemiskinan baru. Makanya dengan adanya dukungan BPTP Provinsi Riau kita mendapat dukungan, bagaimana nanti masyarakat diberikan pendampingan menjelang sawitnya panen. Bagaimana nanti ada usaha tani, akan diupayakan penanaman jagung, padi gogo, kedelai dan semangka,” terangnya.

Dirinya berharap dari luas lahan yang belum di replanting, untuk tahap kedua juga dapat dibantu melalui dana BPDPKS. Alfedri juga mondorong Gapoktan, Kelompok Tani dan Koperasi Sawit, agar membuat program peremajaan kebun sawit dengan baik.

Sementara itu Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pandan Jaya Agus Salim Sinaga mengatakan, dirinya merasa terharu dengan dilakukannya peremajaan sawit ini. Karena butuh waktu cukup lama menanti program ini.

Ia menjelaskan, batang sawit yang ada sekarang tidak lagi produktif, tentu berdampak pada hasil yang di panen dan berpangaruh juga dengan pendapatan keluarga. Dari informasi yang di dapat, batang sawit yang ada di Kampung Empang Pandan tahun tanam antara tahun 1982-1983.

“Bagi kami peremajaan ini sangat penting dilakukan, karena usia sawit kami lebih dari 25 tahun. Kami berharap setelah tahap pertama berhasil,  kami juga mencoba usul untuk dilakukannya peremajaan sawit tahap kedua. Ayo para petani untuk menuntaskan peremajaan kebun sawit rakyat ini,” ungkapnya.

Pelaksanaan replanting Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau Replanting di Kampung Empang Pandan didukung oleh PT Palma Inti Lestari sebagai mitra dalam mendukung budidaya sawit serta didukung oleh Bank Riau Kepri.

Hadir pada acara tersebut, Kepala BPTP Provinsi Riau, Ketua Dirjen BUN Pusat, Wakil Ketua Dewan Siak, Kadis DPMK Siak,  Camat Koto Gasib,  Perwakilan PT Palma Inti Lestari,  Perwakilan PT Bijan Inti Mekar. Pengurus Gapoktan se Kecamatan Koto Gasib serta perwakilan Dari PT Bank Riau Kepri. [Abb/rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *