LayarBerita.com – Ginjal bocor merupakan salah satu tanda adanya kerusakan atau gangguan pada ginjal. Di tahap awal, ginjal bocor sering kali tidak bergejala, sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa ginjalnya bermasalah. Gejala ginjal bocor biasanya baru muncul ketika kerusakan ginjal sudah cukup berat.

Salah satu fungsi utama ginjal adalah menyaring darah. Ginjal yang sehat akan menyaring zat sisa dan racun untuk dibuang melalui urine. Sementara zat penting lain yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, glukosa, dan mineral, akan diserap kembali oleh ginjal dan dikembalikan ke dalam aliran darah.

Ketika ginjal mengalami kerusakan, fungsi ginjal dalam menyaring dan menyerap zat-zat penting, termasuk protein, dari darah akan terganggu. Akibatnya, protein tersebut akan bocor dan ikut terbuang melalui urine.

Urine yang mengandung sedikit protein umumnya dianggap normal. Namun, jika jumlah protein yang terbuang melalui urine cukup banyak, kondisi ini disebut sebagai ginjal bocor.

Penyebab Terjadinya Ginjal Bocor

Ginjal bocor atau proteinuria bisa disebabkan oleh beberapa kondisi atau penyakit, seperti:

  • Penyakit ginjal, seperti glomerulonefritis, gagal ginjal akut maupun kronis, sindrom nefrotik, dan nefropati diabetik.
  • Preeklamsia.
  • Penyakit autoimun, misalnya lupus dan Henoch-Schonlein purpura (HSP).
  • Endokarditis atau peradangan pada dinding jantung akibat infeksi.
  • Kanker, misalnya kanker ginjal, kanker paru-paru, kanker usus besar, dan limfoma.
  • Efek samping obat-obatan.
  • Dehidrasi.

Selain beberapa penyebab di atas, seseorang juga lebih berisiko terkena ginjal bocor apabila ia memiliki kondisi medis atau penyakit tertentu, seperti diabetes dan hipertensi yang tidak terkontrol, keracunan, obesitas, dan infeksi. Ginjal bocor juga lebih rentan terjadi pada orang yang berusia lanjut (di atas 65 tahun).

Beberapa Tanda dan Gejala Ginjal Bocor

Pada tahap awal, ginjal bocor jarang menimbulkan gejala. Biasanya, gejala ginjal bocor baru muncul ketika penyakit ginjal atau gangguan lain yang menyebabkan ginjal bocor sudah berkembang hingga ke tahap yang berat.

Beberapa tanda dan gejala ginjal bocor yang perlu diwaspadai, di antaranya:

 1. Urine berbusa atau berbuih

Urine yang normal mengandung sedikit protein atau tidak ada protein sama sekali, berwarna jernih atau kekuningan, serta encer dan tidak berbusa. Jika urine tampak banyak berbusa atau berbuih setiap kali buang air kecil, hal ini kemungkinan disebabkan oleh tingginya kadar protein dalam urine akibat ginjal bocor.

2. Bengkak-bengkak

Secara medis, bengkak-bengkak di tubuh disebut sebagai edema. Pembengkakan ini terjadi akibat penimbunan cairan di jaringan tubuh.

Ketika ginjal mengalami kebocoran, kadar protein albumin dalam darah berkurang karena sebagian terbuang bersama urine. Hal ini kemudian akan menyebabkan penumpukan cairan dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh seperti tangan, kaki, perut, mata, dan wajah.

3. Kram otot dan tulang rapuh

Protein merupakan nutrisi penting untuk meningkatkan kekuatan otot dan tulang. Kekurangan protein dalam tubuh tentu akan menyebabkan sejumlah masalah pada otot dan tulang, seperti kram otot, mudah lelah, dan mudah terjadi patah tulang.

Penderita ginjal bocor berisiko mengalami masalah pada otot dan tulang lantaran menurunnya kadar protein dalam tubuh karena terbuang bersama urine.

4. Rentan terkena infeksi

Protein merupakan salah satu zat yang berperan untuk membentuk antibodi guna melindungi tubuh dari infeksi. Bila jumlah antibodi dalam tubuh tidak memadai, sistem kekebalan tubuh seseorang akan menurun dan rentan terkena infeksi. Hal ini membuat orang yang yang mengalami ginjal bocor rentan terkena infeksi dan demam.

Selain beberapa gejala di atas, penderita ginjal bocor juga bisa mengalami gejala lain seperti:

  • Mual dan muntah
  • Kulit gatal, kering, dan mengelupas
  • Nafsu makan menurun
  • Napas berat
  • Susah tidur
  • Lemas
  • Sulit berkonsentrasi
  • Lebih sering pipis dari biasanya.

Karena sering kali tidak bergejala, kebanyakan ginjal bocor baru terdeteksi ketika dokter melakukan tes urine saat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Oleh karena itu, untuk mendeteksi dini kebocoran ginjal, Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter, terlebih jika sudah mengalami gejala-gejala ginjal bocor tersebut.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Anda positif mengalami ginjal bocor, dokter kemudian akan memberikan penanganan sesuai penyebabnya. Untuk mengobati ginjal bocor, dokter dapat memberikan obat-obatan, menyarankan Anda untuk menjalani diet khusus, atau melakukan tindakan dialisis atau cuci darah. (AloDokter.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *