LayarBerita, Banda Aceh – Dinas Pertanahan Aceh mengeksekusi proyek pengadaan tanah bagi 5 Satuan Perangkat Kerja Aceh (SKPA) Pemerintah Aceh. Adapun pembebasan lahan tersebut dilakukan dibeberapa titik yang tersebar pada kabupaten/kota Provinsi Aceh.

“Sejauh ini progresnya masih dalam tahap persiapan dokumen perencanaan awal  pihak dinas terkait,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Tanah dan Penyelesaian Hak-hak Atas Tanah, Faisal Djuned.

Sambungnya, mekanisme pembebasan lahan tersebut, yakni Dinas Pertanahan Aceh saat ini sedang melakukan perencanaan dan melakukan survei ke lokasi. Nantinya untuk diusulkan ke bagian anggaran dan diperkirakan pada Maret akan rampung.

“Perencanaan awal tahap pertama bulan Maret harus selesai,” ujarnya, Rabu (12/2/2020).

Kemudian perencanaan penetapan lokasi pembangunan akan ditetapkan pada bulan Juni. Sedangkan pelaksanaan pengukuran dan verifikasi berkas, dan musyawarah ganti rugi lahan akan dilanjutkan pada bulan September.

“Semua progress ini ditargetkan untuk selesai pada bulan November. Semua harus selesai . Supaya nanti, menjelang akhir tahun realisasi anggaran cepat dan tepat,” tegasnya.

Jelas Faisal, adapun SKPA yang mengusulkan pembebasan lahan adalah Dinas Pendidikan Aceh, yakni pembebasan lahan untuk SMA N Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, pengadaan perluasan tanah SMK N 1 Peusangan, pengadaan tanah lanjutan untuk sekolah luar biasa (SLB) Kecamatan Peudawa Aceh Timur, pengadaan tanah SMA N 2 Peudada, pengadaan perluasan lahan SMA N 2 Jeumpa, pengadaan perluasan lahan SMA N 2 Samalanga.

“Ini usulan Dinas Pendidikan Aceh, ini merupakan usulan dari daerah,” ucapnya.

Sedangkan Dinas Perhubungan Aceh mengusulkan pembebasan lahan pengembangan pelabuhan dan penyeberangan Sinabang, kemudian pembebasan lahan dan perluasan Bandara Lasikin, DPMPTSP pengadaan dan pembebasan lahan untuk pembangunan gedung kantor.

Selanjutnya, Dinas Pengairan untuk pengadaan tanah untuk pengembangan pengelolaan jaringan irigasi Alue Geunteut Kabupaten Bireuen, kemudian Biaya pengadaan tanah pembangunan Embung Kreung Raya, Aceh Besar penyediaan prsarana Air Bakau.

Selanjutnya Dinas Perkim Aceh, mengusul pembebasan lahan untuk rumah susun sederhana Kota Sabang. Dinas PUPR pengadaan tanah terusan T Nyak Makam Elak II, pembebasan tanah ruas jalan, T Iskandar Muda, (Banda Aceh – Aceh Besar). Sementara Distambun Aceh pembebasan lahan untuk SMK PP Negeri Kuta Cane Aceh Tenggara.

“Pengadaan tanah ini tercantum dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020, mencapai 122 miliar lebih,” tutupnya.[Kan] .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *