LayarBerita, Banda Aceh –  Selama ini sudah banyak bantuan beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Aceh kepada sejumlah masyarakat untuk menuntut ilmu.  Termasuk untuk membiayai pendidikan hingga Magister (S2) dan Doktor (S3).  Namun setelah selesai, para penerima beasiswa sangat jarang dilibatkan untuk membantu Pemerintah Aceh.

Mengingat inilah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Sulaiman, mendesak Pemerintah Aceh untuk melibatkan para lulusan penerima beasiswa  Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh, dalam birokrasi Pemerintah Aceh.

Menurut Sulaiman, banyak penerima bantuan LPSDM Aceh lulusan dalam negeri maupun luar Negeri, telah meraih gelar S2 dan S3, kini bekerja ditempat lain. Bahkan Pemerintah Aceh tidak merangkul untuk dilibatkan pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) maupun bidang infrastruktur lainnya.

“Hal ini tentu sangat kita sayangkan, kenapa mereka tidak dilibatkan dalam memberikan masukan bagi pembangunan di Aceh. Padahal biaya kuliah mereka dibantu oleh Pemerintah Aceh,” ujarnya, Senin (10/2/2020) di Banda Aceh.

Sambungnya, Pemerintah Aceh seharusnya merangkul sejumlah S2 dan S3 yang lulus diluar negeri maupun luar negeri, untuk membantu percepatan Pemerintah Aceh. Bahkan SDM yang menerima biaya pendidikan melalui LPSDM Aceh tidak terpakai.

“SDM sudah ada, kenapa tidak bisa dimanfaatkan. Tentu yang telah dibiayai Pemerintah Aceh harus ditarik ke provinsi,” jelasnya.

Pemerintah Aceh hampir setiap tahun membuka peluang beasiswa melalui LPSDM Aceh, dikhususkan untuk melanjut studi pendidikan. Sayang paska lulus, malah mereka memilih kerja di instasi lain bahkan ada di luar daerah.

“Tentu Pemerintah Aceh harus memikirkan, supaya mereka yang telah kerja di lembaga instansi lainnya harus pulang ke Aceh,” ungkap Sulaiman.

Provinsi Aceh membutuhkan SDM bidang pengembangan ekonomi di bidang makro dan mikro, juga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhoksemawe sebagai Proyek Strategi Nasional (PSN) dan Kawasan Industri Terpadu (KIT)  Ladong Aceh Besar. Hal ini tentu untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Aceh.

“SDM mereka harus dapat dimanfaatkan, bukan hanya dari bidang sektor pengembangan ekonomi, juga bidang pendidikan dan kesehatan,” tegas Sulaiman. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *