Layar Berita, Siak – Dana desa yang dikucurkan pemerintah tentu dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian masyarakat serta pembangunan di desa.  Jika direalisasikan dengan baik dan tepat sasaran, maka dana desa akan memberikan manfaat bagi masyarakat tentunya.  Selain untuk pembangunan, dana desa juga dapat digunakan untuk perberdayaan masayarakat.

Seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Kampung Buantan Lestari, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, yang memanfaatkan dana desa untuk kegiatan Pelatihan Pembuatan Sabun Cair. Kegiatan tersebut dilaksanakan Sabtu (21/12/2019) di aula Kantor Kampung Buantan Lestari yang diikuti oleh 20  peserta yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga.

Program ini diharapkan dapat dikembangkan sebagai peluang usaha baru untuk  para ibu ibu rumah tangga yang ada dikampung Buantan Lestari.  Sehingga nantinya dapat membantu perekonomian keluarga.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta terlihat sangat antusias mengikuti arahan dari narasumber yang didatangkan dari Kota Pekanbaru. Guna menghasilkan sabun cair, dibutuhkan waktu untuk prosesnya hampir 1 hari. Hasil produk sabun cair terebut dapat dipergunakan untuk mencuci piring, gelas dan peralatan makan lainnya.

Pj Penghulu Buantan Lestari, Radisan menyampaikan dan berharap dari 20 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut dapat mengembangkan produk untuk kebutuhan pribadi maupun untuk dikomersilkan.

“Harapan saya pelatihan pembuatan sabun cair melalui Dana Desa TA 2019 ini, dapat berdampak kepada peningkatan kualitas ekonomi rumah tangga. Dengan cara menjadikan hasil produk sabun tersebut, sebagai salah satu produk baru di Kampung Buantan Lestari yang layak dipasarkan dan mampu bersaing dengan produk yang sudah pabrikan,” ujar Radisan.

Menurutnya, bukan suatu hal yang mudah untuk bisa menembus pasar.  Namun Radisan tetap optimis, bahwa dengan kebersamaan masyarakat dan Pemerintah Kampung Buantan Lestari ini dapat memecahkan masalah terkait pemasaran.

Selaku Penghulu terpilih periode 2019-2025, Sarno, yang akan dilantik pada tanggal 27 Desember 2019, mengatakan kalau pelatihan tersebut bisa berdampak untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat dan berpotensi sebagai terobosan usaha baru serta berorientasi bisnis.

Maka pemerintah desa yang akan dipimpinnya, akan mengkoordinir potensi tersebut melalui Badan Usaha Milik Kampung ( BumKam ). Namun sebelum, menurutnya, harus dikaji dan dianalisa, baik dari cost produksi maupun dari pemasaran yang mampu dijabarkan melalui business plan. Sehingga mampu meminimalisir tingkat kegagalan dari usaha yang dilakukan oleh Bumkam.

“Setelah dilantik tanggal 27 Desember 2019, Saya bersedia menindaklanjuti kegiatan tersebut pada tahun 2020, dengan cara mengakomodir potensi tersebut melalui Badan Usaha Milik Kampung, dan saya berharap BUMKam mampu menyajikan business plan. Sehingga Lembaga yang ada di desa ( Bapekam dan LPMKam ) mampu memahami peluang usaha yang ada,” ungkap Sarno. [WA/ABB]

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *