LayarBerita, Jakarta –  Polres Metro Jakarta Utara melalui tim unit V Krimsus berhasil mengungkap pabrik handphone rakitan ilegal.  Selain itu polisi juga mengamankan seorang tersangka, Nicky Gunawan serta 16 ribu unit handphone rakitan, di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.  Akibat perbuatan tersebut, membuat negara mengalami kerugian sebesar Rp 12 miliar.

Menurut Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Polisi Budhi Herdi, tersangka melaksanakan usaha ilegal tersebut di Ruko Blok 28 dan 30 dengan memanfaatkan izin usaha menjual asesoris gawai.

“Pelaku sekaligus pemilik usaha berinisial NG sudah ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya dalam jumpa pers di Ruko Toho, Penjaringan, Senin (2/12/2019).

Sambung Kapolres, pelaku mendapatkan barang-barang untuk merakit handphone dari China. Kemudian dirakit di Indonesia. “Jadi mereka mengimpor aksesoris dari China. Di Indonesia dirakit kembali tanpa izin dari postel. Mereka juga impor HP dari China tapi ketika dipasarkan belum berbahasa Indonesia,” jelasnya.

Tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan pidana paling lama lima tahun penjara. Tersangka juga dijerat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dengan pidana paling lama satu tahun penjara serta denda Rp 100 juta.

Selain itu pelaku juga dijerat dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dengan pidana penjara paling lama empat tahun serta denda paling besar Rp 400 juta. Terakhir, tersangka juga dijerat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling besar Rp 2 miliar. [tribrata]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *