LayarBerita, Aceh Utara –  Pengesahan Rancangan APBK Aceh Utara tahun 2020 telah dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRK Aceh Utara, Jumat (29/11/2019) malam.  Namun jumlah anggaran pada Rancangan APBK Aceh Utara terjadi penambahan pendapatan atau tidak sesuai dengan kesepakatan KUA/PPAS yang telah disepakati bersama.

Seperti diketahui, Pemkab Aceh Utara dalam Rapat Paripurna, Kamis (21/11/2019) menyerahkan Rancangan Anggaran Belanja Kabupaten Aceh Utara tahun 2020. Adapun rencana belanja tahun 2020 hanya Rp 2.220.478.769.068,-. Tetapi saat pengesahan RAPBK Aceh Utara tahun 2020 pada Jumat malam, jumlah belanja meningkat Rp 2.794.976.676.243.

( Baca : https://layarberita.com/2019/11/30/rapbk-tak-sesuai-kua-ppas-ini-jawaban-wakil-bupati-aceh-utara/  )

Kenaikan atau penambahan ini tentu tidak sesuai dengan jumlah anggaran pada KUA/PPAS yang telah disepakati bersama sebelumnya.  Hal ini mengundang tanya dan dugaan adanya indikasi ‘penumpang gelap’ dalam RAPBK Aceh Utara yang telah disepakati menjadi qanun Kabupaten Aceh Utara.

Penambahan jumlah anggaran belanja tersebut jelas terlihat dari pendapat akhir fraksi dan gabungan komisi yang ada di DPRK Aceh Utara. Pendapatan berubah dari KUA/PPAS yang telah disepakati awal dengan saat penetapan, terjadi kenaikan Rp 572 miliar.

Seperti diketahui, sesuai Undang-Undang nomor 23 tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah, pasal 310 (1) Kepala daerah menyusun KUA dan PPAS berdasarkan RKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 265 ayat (3) dan diajukan kepada DPRD untuk dibahas bersama.

Pada Pasal (2) KUA serta PPAS yang telah disepakati kepala daerah bersama DPRD menjadi pedoman Perangkat Daerah dalam menyusun rencana kerja dan anggaran satuan kerja Perangkat Daerah.

Sementara pada Pasal 311 (3) disebutkan, Rancangan Perda (qanun) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibahas kepala daerah bersama DPRD dengan berpedoman pada RKPD, KUA, dan PPAS untuk mendapat persetujuan bersama.  Sementara, RAPBK yang telah disetujui bersama, jumlah anggaran kini telah berubah dari kesepakatan KUA/PPAS. [red]

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *