LayarBerita, Lhokseumawe – Ratusan massa yang tergabung dalam Ormas Islam melakukan aksi damai di depan kantor Walikota Lhokseumawe, Senin (25/11/2019). Mereka mendesak pemerintah setempat menertibkan tempat wisata yang rawan dijadikan tempat maksiat.

Pantauan layarberita.com di lokasi aksi,  Ormas yang melakukan aksi dikawal jajaran Kepolisian Polres Lhokseumawe, Satuan Polisi Pamong Praja dan Polisi Syariat Islam Wilayatul Hisbah.  Aksi Ormas Islam ini berjalan dengan tertib dan damai.

“Aksi ini Kami lakukan untuk menagih kembali hasil kesepahaman antara Ormas Islam dan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Yakni mengenai penertiban lokasi yang selama ini kerap terjadi praktik kemaksiatan,” tegas Pimpinan Dayah Darul Mujahidin, Tengku Muslim At-Thahiri.

Adapun lokasi yang dimaksud dalam aksi tersebut, seperti Pantai Ujong Blang, selama ini viral mandi berduaan yang bukan mahram, Waduk Pusong dan Jeulikat, serta Pulau Semadu dan Rancong.

“Kondisinya saat ini disemua lokasi itu sudah sangat meresahkan masyarakat. Terlihat pengunjung sudah sangat bebas berduaan yang bukan mahramnya,” kata Tgk Muslim didampingi koordinator lapangan Teungku Iqbal.

Menyikapi hal ini, Ormas Islam Lhokseumawe meminta keseriusan Pemerintah Kota Lhokseumawe, yakni dapat melakukan penindakan tegas dan bukan sekedar janji, serta mempertanyakan kapan akan direalisasikan kesepahaman penertiban lokasi wisata.

“Sebelumnya, mereka berjanji akan memanggil pihak- pihak pengusaha, warung, kafe dan hotel untuk didiskusikan bersama. Namun, sampai hari ini belum dipanggil, mudah-mudahan dengan dibangunkan oleh Kami hari ini, akan segera dipanggil,” tambahnya.

Dikatakan Teungku Muslim, hari ini respon Pemerintah Kota katanya akan dijalankan dengan serius. serta diharapkan hal ini benar-benar direalisasikan janji dan bukan sekedar ucapan saja.

“Kita tidak ingin Pemko Lhokseumawe digolongkan dalam orang munafik. Kami percaya Pemerintah Lhokseumawe dan kita berikan kesempatan. Namun, jika tidak dilaksanakan, maka Kita akan melakukan aksi di lapangan dengan cara Kita sendiri,” jelasnya.

Lanjutnya, maksiat di Kota Lhokseumawe, saat ini terlihat kian tambah meresahkan, dan belum ada realisasi yang nyata.  “Makanya hari ini Kami lakukan aksi kembali, untuk membangun pemerintah kembali,” tutup Tgk Muslim. [zir]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *