Layarberita.com – Leonid akan dikabarkan mencapai puncaknya pada tanggal 18 November 2019 besok. Kondisi ini termasuk dalam hujan meteor mayor atau intensitas meteor per jamnya cukup banyak. Untuk warga di Indonesia, peristiwa langit ini bisa Kita saksikan.

Pada wilayah Indonesia, hujan meteor leonid bisa mulai diamati sekitar pukul 00.30 Wib malam waktu setempat daerah masing-masing. Pada waktu itu, titik radian hujan meteor ini (rasi bintang Leo) baru saja terbit. Sehingga diarahkan pandanganmu ke arah timur. Seiring Bumi berotasi, titik radian akan bergerak semu ke barat.

Dilansir infoastronomy.org, warga dapat terus menyaksikan meteor-meteor melesat hingga menjelang matahari terbit. Diperkirakan ada 15 meteor per jam yang melesat pada saat puncaknya. Namun, karena ada Bulan di dekat titik radian Leonid, intensitasnya bisa menurun jadi 5-10 meteor per jam saja.

Untuk melihat hujan meteor tersebut, Kita tidak perlu menggunakan teleskop. Pengamatan langsung dapat dilakukan dengan mata telanjang. Meski begitu,  tentunya harus dipastikan lokasi pengamatan Anda, yakni bebas polusi cahaya dan cuaca sedang cerah.

Pengamatan untuk melihat hujan meteor ini harus dilakukan minimal satu jam.  Sebab jika hanya dalam hitungan menit, hal ini tidak dapat mendapatkan apa yang Kita inginkan. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *