Mursyidah Divonis 3 Bulan dengan 6 Bulan Percobaan

LayarBerita, Lhokseumawe – Mursyidah terdakwa kasus perusakan pangkalan gas elpiji, divonis 3 bulan dengan 6 bulan percobaan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Selasa (5/11/2019). Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penutut Umum (JPU) yakni 10 bulan penjara.

Persidangan dengan agenda membacakan putusan (vonis) ini dihadiri oleh sejumlah sejumlah kerabat, tetangga serta ratusan mahasiswa yang peduli terhadap kasus yang menimpa wanita beranak tiga tersebut. meski ramainya pengunjung, persidangan berjalan lancar dan tertib.

Hakim Ketua, Jamaluddin membacakan vonis, bahwa Mursyidah di putuskan 3 bulan, dengan masa percobaan 6 bulan.  Artinya terpidana tidak ditahan, tapi jika dalam jangka waktu 6 bulan, Mursyidah tidak boleh melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Usai putusan dibaca oleh Majelis Hakim, ruangan sidang tampak riuh oleh aplaus dari sejumlah pengunjung dengan raut wajah terlihat sumringah.

Sementara itu, usai mendengarkan putusan, kuasa hukum Mursyidah menyatakan pikir-pikir dulu untuk melakukan upaya banding. “Kita sangat menghormati putusan dari majelis hakim,” ujar Zulfa Zainuddin kepada wartawan usai sidang di PN Lhokseumawe.

Lanjut Zulfa, meski pada putusan tersebut ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan. Tetapi pihaknya akan melakukan musyawarah terlebih dulu dengan terpidana (Mursyidah).

“Untuk banding, kami pikir-pikir dulu. Sebab ada waktu sepekan untuk menentukan itu,” ucapnya.

Sementara itu, sejak pagi sebelum dimulainya sidang putusan perkara tersebut, seratusan mahasiswa telah memenuhi lokasi kantor PN Lhokseumawe.  Mahasiswa ini mendatangi PN LHokseumawe untuk memberikan dukungan terhadap Mursyidah yang sebelumnya didakwa telah melakukan perusakan pintu sebuah pangkalan gas.

Bahkan para mahasiswa menggelar aksi treatikal di depan kantor PN Lhokseumawe.  Selain itu juga melakukan orasi dan meminta agar majelis hakim dapat memutuskan perkara Mursyidah dengan seadil-adilnya.  Bahkan secara tegas meminta agar majelis hakim dapat memvonis bebas wanita yang membongkar dugaan praktek penimbunan gas. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda