LayarBerita, Banda Aceh  – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengajak masyarakat Aceh memerangi stunting. Hal ini untuk menghasilkan generasi unggul sebagai penerus bangsa di masa yang akan datang.

Hal ini diungkapkan saat memberikan materi tentang penanganan dan pencegahan stunting kepada peserta pelatihan peningkatan kapasitas kader masyarakat, di hotel Permata Hati, Banda Aceh, Selasa (17/9/2019)

Dyah menjelaskan, secara garis besar stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis, yang menyebabkan tumbuh kembang anak menjadi tidak baik dan tidak  sempurna. Seperti tubuh anak menjadi lebih pendek dan berat badan pun kurang (kurus).

Namun bukan hanya itu, kata Dyah, stunting juga mengakibatkan keterlambatan perkembangan otak anak, sehingga hal itu berdampak pada terhambatnya tingkat kecerdasan anak.

“Waspada, dimana kita khawatirkan adalah otaknya tidak berkembang, selain otak, stunting juga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan fisik. Kalau generasi sekarang stunting, gimana mau memimpin bangsa. Padahal pak Nova mau anak-anak kita tumbuh menjadi generasi hebat untuk Aceh hebat,” ujar Dyah.

Oleh sebab itu, sambung Dyah, dirinya menginginkan agar para ibu di seluruh Aceh untuk bisa mencukupi asupan gizi anak yang dimulai dari dalam kandungan hingga bayi berusia 2 tahun. Mengingat hampir 70 persen perkembangan otak anak dimulai pada usia tersebut, dan akan terus berkembang ke 90 persen pada usia 5 tahun.

Ia menambahkan, bahwa penanganan pencegahan stunting harus dimulai dari tingkat gampong melalui Posyandu yang ada disetiap desa. “Kalau bukan dari gampong yang menangani ini maka tidak akan terselesaikan masalah stunting ini, kecuali panyakit yang membutuhkan penanganan medis profesional seperti bocor jantung, itu bisa di rujuk ke Provinsi,” jelasnya.

Selain itu, Dyah juga mengatakan bahwa saat ini Kementerian Kesehatan melalui Pemerintah Aceh sedang menggalakkan program ‘isi piringku’. Dalam program tersebut menjelaskan keragaman makanan dalam satu piring, mencakup protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral seimbang sehingga mencukupi gizi tiap harinya.

Namun demikian, Dyah mengatakan pentingnya keberagaman tersebut karena tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh dan juga banyaknya asupan lauk makanan pun bergantung pada usia, karena tingkat kebutuhan gizi setiap usianya berbeda.

“Makan bukan hanya sekedar kenyang, namun juga harus memenuhi nutrisi tubuh. Yang paling terpenting adalah protein dan itu harus diasup dari hamil, karena itu merupakan nutrisi yang paling dibutuhkan oleh otak si jabang bayi,” ujar Dyah.

Selanjutnya, Dyah memperkenalkan para peserta tentang tata cara mencuci tangan dengan baik untuk mencegah anak dan ibu terkontaminasi bakteri yang masuk melalui tangan. Maka dari itu, kata Dyah,  mencuci tangan dengan baik dan bersih juga merupakan cara ampuh untuk mencegah stunting. Selain mencuci tangan, olahraga rutin serta lingkungan hidup yang rapi, teratur, bersih, serta sanitasi  yang baik juga turut andil membantu pencegahan stunting (Adv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *