LayarBerita, Lhokseumawe –  Perilaku sebagian masyarakat di Aceh kini sudah hampir tidak mencerminkan lagi sesuai dengan khazanah dan adat istiadat yang ada.  Dampak perubahan perilaku ini tentu akan memberikan dampak kurang baik bagi tatanan hidup masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe, Tgk Yusdedi dalam sambutannya pada Pendidian Adat kepada Pelajar di Lhokseumawe.
Plt Sekda Kota Lhokseumawe mewakili Walikota membuka pendidikan adat bagi pelajar di Kota Lhokseumawe.
Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe menggelar pendidikan adat bagi pelajar tingkat SLTA se-Kota Lhokseumawe, Kamis (1/8/2019).  Kegiatan yang diikuti oleh 120 siswa dan 20 pendamping  dari 20 sekolah di Kota Lhokseumawe, ini dibuka secara resmi oleh Walikota Lhokseumawe diwakili Plt Sekda, Miswar SE, MSP, bertempat di SMK Negeri 3 Lhokseumawe.
Menurut pantia M Nasir Ali, kegiatan tersebut tidak lain bertujuan untuk mensosialisasikan adat istiadat dan budaya Aceh kepada generasi muda.  Sehingga nantinya para siswa dapat tetap menjaga adat dan istiadat serta budaya Aceh yang relegius dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua MAA Kota Lhokseumawe, Tgk Yusdedi dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat sedih melhat kondisi saat ini, dimana perilaku masyarakat di Aceh mulai tidak lagi sesuai dengan adat istiadat yang telah berlaku sejak zaman dahulu.  Dimana berdampak pada perubahan perubahan perilaku yang membuat kerugian bagi generasi muda di Aceh.
Untuk itu, kata Yusdedi, pihaknya menggelar pendidikan adat bagi siswa.  Sehingga generasi penerus Aceh nantinya mengerti dan paham akan pentingnya menjaga adat istiadat serta budaya Aceh yang islami.  Hal ini tentu unuk membentengi dampak buruk budaya luar yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

 

“Sosialisasi adat istiadat untuk generasi muda tentunya sangat penting.  Jangan sampat nantinya perilaku anak-anak Aceh tidak laku beradat dan merusak tatanan kehidupan masyarakat,” ujarnya seraya menambahkan agar para siswa benar-benar serius mengikuti kegiatan tersebut.
Sementara itu, Walikota Lhokseumawe dalam sambutannya yang diwakili Plt Sekda, Miswar, SE, MSP, mengatakan pendidikan adat istiadat ini sangat penting.  Dimana dengan pendidikan tersebut akan dilakukan transfer budaya perilaku terpuji bagi generasi penerus.  Sebab menurut Miswar, adat istiadat Aceh yang sudah turun temurun dijaga sangat baik.
“Adat Istiadat Aceh yang religius tentunya harus tetap dijaga dan dilestarikan.  Hal ini penting untuk membentuk perilaku dan karakter siswa yang beradat dan berbudaya.  Untuk itu, mari bersama kita jaga adat istiadat dan budaya kita,” ujar Miswar.
Plt Sekda juga mengajak semua pihak terutama para siswa untuk menjaga adat istiadat Aceh.  Hal ini tidak lain untuk membentengi pengaruh buruk dari masuknya buadaya asing yang merusak.  Terlebih kondisi saat ini, narkoba sudah sangat mengkhawatirkan peredarannya di Indonesia pada umumnya dan Aceh khususnya.
“Kondisi saat ini, dampak narkoba, sekitar 73.000 orang perlu dilakukan rehabilitasi.  Tentunya ini angka yang cukup besar dan sangat mengkhawatirkan kita
Dalam kegiatan tersebut, nantinya peserta akan diberikan pengetahuan terkait, Adat Istiadat Aceh, Hukum Adat, Upacara Adat, Qanun, Reusam dan Adab Islam.  Juga akan diberikan pengetahuan tentang tata cara pergaulan dan juga berpakaian selaku masyarakat Aceh yang Islami, serta berbagai hal lain menyangkut adat istiadat Aceh. [rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *