Polisi Bersenjata Kawal Ketat Reka Ulang Suami Bunuh Istri dan Dua Anak Tiri
LayarBerita, Lhokseumawe –  Dari proses reka ulang pembunuhan seorang ibu rumah tangga dan 2 anaknya di Ule Madon, Muara Batu, Aceh Utara, yang dilakukan Selasa (23/7/2019), terungkap bahwa pelaku yang tidak lain adalah suami dari korban, membantai ketiga korban dengan sadisnya.
Lokasi reka ulang dikawal ketat oleh sejumlah personel polisi, bahkan terlihat bersenjata lengkap guna menjaga segala kemungkinan agar proses reka ulang berjalan lancar dan aman. Sekitar lokasi juga terlihat dipadati oleh warga setempat yang ingin menyaksikan proses reka ulang serta melihat pelaku.
Pada reka ulang tersebut, ada 20 adegan yang diperagkan oleh pelaku saat dimana dirinya sebelum, saat atau sesudah membunuh korban.  Adegan awal dimulai di teras lantai dua rumah tempat kejadian perkara. Saat itu tersangka dan Irawati (istrinya) yang menjadi korban sedang ngobrol berdua. Namun obrolan keduanya hingga mencapai pertengkaran, hingga keduanya pun turun menuju dapur.
Dari adegan yang diperagaan tersangka, istrinya (korban) diduga yang lebih awal ingin berupaya menusuk tersangka menggunakan pisau dapur. Kondisi ini yang membuat tersangka mengambil pisau lipat dalam tas yang tergantung di tangga, dan lalu menikam korban berkali-kali hingga terjatuh dan bersimbah darah.

Saat kejadian tersebut, kedua anak korban, yakni Muniza (12) dan Yafid (16 bulan) sedang duduk di tangga dekat lokasit kejadian.  Melihat ini keduanya pun menangis serta ketakutan.
Saat sedang menangis, Muniza lalu berteriak meminta tolong. Melihat inilah membuat tersangka langsung mendatangi Muniza dan menghujamkan pisau beberapa kali ke tubuh gadis belia ini.  Meski telah ditusuk pisau, Muniza tetap berusaha merangkak dengan menaiki tangga. Tapi akibat lua tusukan yang cukup parah, korban meninggal di tengah tangga rumahnya.
Tidak sampai disitu, usai membunuh Muniza, tersangka melihat Irawati yang tida lain adalah istrinya masih bernafas melalui tenggorokan. Pelaku kembali mendekat dan membeset leher dan urat nadi istrinya tersebut.
Dilokasi tersebut tinggallah Yafid, bayi yang baru berusia 16 bulan, yang terlihat merangkak dari dekat tangga ke arah ibunya yang sudah terakapar bersimbah darah.  Tersangka lalu menggendong bayi tersebut seraya duduk, tapi bayi ini tetap menangis
Karena terus saja menangis terus, tersangka meletakkan kembali bayi itu di lantai. Selanjutnya mengambil pisau yang tergeletak di lantai dan menusuk leher Yazid yang sudah diletakan dilantai oleh tersangka.  Setelah ditusuk pisau, bayi tak berdosa ini dimasukan ke dalam bak kamar mandi yang ada di kamar tidur.
Usai melakukan aksi bejatnya yang terbilang sangat sadis ini, pelaku membersihkan dan mencuci tangannya serta menggantikan pakaian. Setelah itu tersangka keluar dari rumah dengan menjinjing sebuah tas.
Saat berada di depan rumah menunggu angkutan umum, untuk kabur  ke Banda Aceh, tersangka melihat seorang anak korban, yakni Zikri di lantai dua sambil menangis. Ternyata anak korban yang selamat ini berupaya kabur dengan cara melompat dari lantai dua rumahnya. Aksi ini tidak terpantau lagi oleh pelaku yang akan kabur menuju Banda Aceh.
Sementara itu, dilokasi kejadian yakni rumah korban di Ulee Madon, seja pukul 09.00 Wib sudah dikawal sejumlah polisi bersenjata lengkap. Bahkan satu unit mobil Rantis sudah ditempatkan di lokasi serta sejumlah area sudah dipasang garis polisi.  Tersangka sendiri diperkirakan tiba dilokasi sekira pukul 11.00 Wib, yang dijaga ketat oleh polisi bersenjata dan dipasangi sebuah topeng scream.
Usai reka ulang yang diperagakan sebanyak 20 adegan ini sekira pukul 12.30 Wib, tersangka kembali dikawal ketat menuju mobil untuk kembai di bawa ke Mapolres Lhokseumawe.  Saat dibawa keluar, masyarakat yang sejak awal sudah berada disana menyoraki tersangka.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Indra T Herlambang menjelaskan, dari reka ulang tersebut ada beberapa adegan yang tidak sesuai dengan berita acara. Seperti, ternyata tersangka menikam korban yang merupakan istrinya dari arah belakang, sedangkan dalam berita acara, tersangka tidak ingat kapan aksi pembunuhan dilakukannya terhadap korban.
Hal lainnya, tersangka sebelumnya mengaku menangkap tangan istrinya dengan tangan kanan, saat mencoba melawan dan menyerang dirinya. Tapi saat reka ulang tersangka menangkap tangan korban dengan tangan kiri.
“Nanti akan kita sesuaikan, terkait pidana baru yang ditemukan ini,” ujar Indra.
Ditanya proses selanjutnya setelah reka ulang dilaukan, Kasat Reskrim mengatakan pihaknya tinggal merampungkan berkas dan diserahkan ke pihak kejaksaan untuk diteliti.
Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan tersebut terjadi, Selasa (7/5/2019) lalu. peristiwa ini sempat menggegerkan warga sekitar. Sebab pembunuhan terbilang sangat sadis, apalagi dilakukan oleh orang terdekat dari para korban.
Pelaku atau tersangka sendiri disangkakan dengan tiga Undang-Undang (UU), yakni Pasal 340 jo 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pembunuhan. Pasal 80 Ayat 3 Undang-undang Nomor 45 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.  Serta Pasal 44 Ayat 3 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.  Adapun ancaman pidana terhadap tersangka adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup. [red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda