LayarBerita, Lhokseumawe – Polisi berhasil membongkar ‘pabrik tradisional’ ekstasi oplosan yang memproduksi sekitar 8.000 butir pil yang mengandung zat metamfetamina serta zat lainnya yang dapat membuat pengguna terhalusinasi. Bahkan dinilai pil ekstasi oplosan tersebut berbahaya karena dosisnya yang tidak menentu.
Pengungkapan pabrik ekstasi oplosan berawal dari ditangkapnya seorang pria oleh satuan reserse narkoba Polres Lhokseumawe, berinisial MI (19) warga Blang Naleung Mameh, Muara Dua, Lhokseumawe, Senin (15/7/2019) sekira pukul 20.30 Wib.
Saat dilakukan penggeledahan, 2 pak plastik transparan yang berisikan 2.000 butir pil ekstasi oplosan. Setelah itu tim langsung menuju ke sebuah rumah tempat dimana pil yang diduga ekstasi di sebuah desa di Kecamatan sawang Aceh Utara.
Dilokasi tersebut ditemukan, sejumlah barang bukti lain, yakni 1 bungkus serbuk berwarna hijau, 1 unit blender warna putih, 1 wadah plastik warna transparan, 1 wadah plastik warna kuning, 1 buah talam besi, 1 batang balok kayu persegi panjang, 1 buah potongan kayu berbentuk kubus, 3 buah batu padat, 1 buah baut dan besi, 2 lembar kertas bekas obat sakit kepala dan  2 buah terong gila (kecubung).
Selain itu polisi juga berhasil menangkap dua tersangka yang diduga terlibat dalam penanaman ladang ganja di Kecamatan Sawang.  Polisi juga memusnahkan sekitar 5 hektar ladang ganja di lokasi pegunungan Sawang.  Kini sejumlah barang bukti dan tersangka diamankan di Mapolres Lhokseumawe untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus penangkapan dan pembongkaran pabrik tradisional ekstasi oplosan dan ladang ganja telah dilakukan konferensi pers pada, Kamis (18/7/2019) yang dihadiri oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh Kombes Pol Muhammad Anwar serta Kalabpor Polri Cabang Medan, di Polres hokseumawe. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *