Kejati Aceh Usut Dugaan Korupsi Proyek KJA Sabang
LayarBerita, Banda Aceh – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh sedang mengusut kasus dugaan korupsi proyek Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai (offshore), di Sabang tahun 2017. Hingga kini pihak penyidik Kejati Aceh telah memeriksa sebanyak 19 saksi, termasuk salah seorang pejabat Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Sudah 19 saksi kita periksa. Namun yang diperiksa hanya sebagai saksi, untuk dimintai keterangan lebih,” ujar Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Aceh Munawal Hadi, saat konferensi Pers di Aula Sebaguna Kejati Aceh, Kamis, (18/7/2019).
Sambungnya, hingga saat ini Kejati Aceh belum menetapkan calon tersangka terhadap kasus tersebut. Sebab kasus tersebut sedang dalam tahap penyedilikan.
“Kita lihat nanti perkembangan selanjutnya, ini masih tahap penyelidikan, nanti terganggu proses penyidikan,” jelasnya.
Kasus tersebut berawal pada tahun 2017, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melakukan kegiatan budidaya ikan kakap putih dengan mengadopsi teknologi industri perikanan di Norwegia dengan sistem KJA offshore.
Adapun Pagu kegiatan tersebut Rp 50 miliar yang bersumber dari DIPA Satker Direktorat Pakan dan Obat Ikan pada Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI tahun anggaran 2017. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Perikanan Nusantara (Perinus) Persero dengan nilai kontrak Rp 45.585.100.000.
Dalam pengerjaan proyek ini, PT Perinus mengandeng perusahaan asal Norwegia Aqua Optima AS Trondheim, perusahaan ini bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa instalasi di bidang perikanan budi daya.
Namun, hasil investigasi Kejati Aceh, penyidik menemukan berbagai dugaan pelanggaran dalam pekerjaan KJA di Sabang. Diantaranya tidak sesuai dengan spesifikasi, sehingga KJA tersebut tidak bisa digunakan atau tidak berfungsi.
Terkait hasilnya, pihak rekanan tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, dimana hasil pekerjaan tidak selesai 100%. Ini karena adanya kelalaian dari PT Perinus sebagai pelaksana, juga disebabkan lemahnya pengawasan dari PT Perinus maupun seksi pengawasan dan pengendalian pada PT Perinus. [Kan]

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar Anda !
Masukkan Nama Anda